Logo
Raket

Jepang Hadapi Tantangan Berat di Kejuaraan Dunia Junior 2026

Jepang tergabung dalam grup yang menantang di Kejuaraan Dunia Junior VICTOR BWF 2026 yang akan berlangsung di Mesir pada Oktober mendatang, bersama Denmark dan Selandia Baru.

B
Bayu Biru
31 August 2026 22 pembaca
Piala Suhandinata/[Foto:BWF]
Piala Suhandinata/[Foto:BWF]

Jepang, sebagai salah satu kekuatan utama di Asia, akan menghadapi tantangan besar di ajang beregu Kejuaraan Dunia Junior VICTOR BWF 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Mesir pada tanggal 5 hingga 10 Oktober 2026. Dalam kompetisi ini, Jepang yang menjadi unggulan ke-3 dan ke-4, berada di Grup C1 bersamaan dengan tim tangguh Denmark dan Selandia Baru. Sementara itu, Grup C2 diisi oleh Inggris, Jerman, dan Zambia.

Secara keseluruhan, terdapat 49 tim yang dibagi menjadi 16 sub-grup, mulai dari 'A' hingga 'H'. Setelah setiap sub-grup menyelesaikan pertandingan, tim-tim yang meraih peringkat tertinggi akan bertanding melawan tim dengan peringkat serupa dari sub-grup lainnya. Tim-tim terbaik dari setiap grup kemudian akan melaju ke perempat final, sedangkan tim-tim yang tersisa akan bersaing untuk menentukan posisi keseluruhan.

Pengundian dan Format Pertandingan

Juara bertahan, China, berada di grup G1 bersama Portugal dan Zimbabwe, sedangkan grup G2 terdiri dari Estonia, Polandia, Australia, dan Hungaria. Pengundian untuk turnamen ini telah dilakukan di Kairo kemarin. Edisi kali ini akan menerapkan sistem penilaian estafet yang telah diperbarui. Setiap pertandingan akan dilaksanakan dalam format terbaik dari tiga set, dengan setiap set dimainkan hingga 55 poin.

Setiap set terdiri dari lima pertandingan, yang mencakup satu pertandingan tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran, dengan setiap pertandingan dimainkan hingga 11 poin. Tahun ini juga menandai kali kedua bagi Afrika sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior, dengan benua ini mengirimkan 10 tim, termasuk Aljazair, Afrika Selatan, Zambia, Senegal, Uganda, Mauritius, Nigeria, Ghana, Mesir, dan Zimbabwe. Libya, yang awalnya dijadwalkan untuk berpartisipasi, terpaksa menarik diri sebelum pengundian berlangsung.

Artikel Terkait