Johann Zarco, pembalap LCR, telah kembali mengendarai sepeda motor hampir tiga bulan setelah mengalami kecelakaan parah di Barcelona pada 17 Mei. Dengan tekad yang kuat, ia berusaha untuk segera kembali ke lintasan balap. Dalam GP Catalunya, Zarco terlibat dalam dua kecelakaan yang membuatnya harus absen dari balapan.
Insiden tersebut dimulai ketika Alex Marquez bertabrakan dengan sepeda motor Pedro Acosta di tengah perlombaan, yang menyebabkan serpihan dari Ducati menghantam kaki Zarco. Meskipun mengalami kejadian yang mengejutkan, Zarco melanjutkan balapan setelah bendera merah pertama, namun ia melakukan kesalahan di tikungan pertama yang berujung pada insiden dengan Luca Marini dan Pecco Bagnaia. Akibatnya, kaki Zarco terjepit di Ducati dan lutut kirinya mengalami cedera serius.
Proses Pemulihan dan Keputusan untuk Tidak Operasi
Dokter awalnya memutuskan untuk menunggu hingga pembengkakan di lutut Zarco mereda sebelum melakukan tindakan operasi. Namun, karena terdapat luka bakar di area yang terkena, operasi tidak dianjurkan. Meskipun demikian, Zarco mengejutkan banyak pihak dengan mengumumkan bahwa ia tidak akan menjalani operasi dan berencana untuk kembali ke balapan pada bulan September.
Selama masa pemulihan, Zarco aktif berlatih di gym dan bersepeda untuk mempercepat proses penyembuhannya. Menurut informasi dari Motorsport.com, ia sudah mengenakan pakaian balap dan untuk pertama kalinya mengendarai motor produksi di sirkuit setelah cedera. Zarco berhasil melakukan uji coba di Sirkuit Andorra – Pas de la Casa, Grandvalira, yang merupakan trek kecil yang dikenal oleh pembalap MotoGP yang tinggal di negara kecil di Pyrenean tersebut. Aksinya ini dilakukan beberapa hari yang lalu sebelum ia kembali ke lintasan pada hari Jumat.
Regulasi Baru dan Rencana Kembali ke Balapan
Setelah cedera panjang yang dialami oleh Jorge Martín awal tahun lalu, Aprilia mendorong perubahan regulasi di MotoGP untuk memungkinkan pembalap melakukan tes setelah absen lama akibat cedera. Syarat untuk melakukan tes ini adalah absen minimal tiga Grand Prix berturut-turut atau 45 hari tanpa berlomba, yang mana Zarco telah memenuhi kriteria tersebut. Tes ini dilakukan di sirkuit yang diizinkan sesuai aturan konsesi pabrikan, yang untuk Honda berarti setiap sirkuit, setelah turun ke peringkat konsesi terendah. Satu-satunya batasan adalah tidak boleh mengendarai di sirkuit yang akan menjadi tuan rumah Grand Prix MotoGP dalam delapan minggu ke depan.
LCR telah berkomunikasi dengan Honda mengenai kemungkinan mengadakan tes ini agar Zarco dapat merasakan kembali RC213V. Mereka kini menunggu tanggapan dari manajemen pabrikan. Zarco menargetkan untuk kembali berkompetisi pada akhir bulan ini di GP Aragon, yang dijadwalkan berlangsung dari 28 hingga 30 Agustus. Namun, dokter menyarankan agar ia lebih sabar dan menunggu hingga GP San Marino, yang akan diadakan dari 10 hingga 13 September di Misano.