Jorge Lorenzo mengungkapkan bahwa Marc Marquez telah mengalami transformasi signifikan sebagai seorang pembalap di ajang MotoGP. Menurut Lorenzo, kematangan dalam pengambilan keputusan menjadi kunci utama yang membantu Marquez kembali bersaing dalam perebutan gelar juara dunia musim 2026.
Perjuangan Marquez dalam mengejar gelar di musim ini mendapatkan perhatian positif dari Lorenzo, mantan rival sekaligus rekan senegaranya. Lorenzo, yang merupakan juara dunia lima kali, menilai bahwa Marquez kini menunjukkan kematangan yang jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu.
Pada awal musim, Marquez menghadapi tantangan yang cukup berat. Setelah tujuh balapan, pembalap dari tim Ducati ini tertinggal 102 poin dari pemimpin klasemen saat itu, Marco Bezzecchi. Cedera bahu yang dialaminya bahkan memaksanya untuk menjalani operasi dan absen di dua seri MotoGP di Prancis dan Barcelona.
Namun, situasi mulai berubah setelah jeda. Marquez menunjukkan performa yang konsisten dengan meraih kemenangan dalam tiga dari empat balapan terakhir, termasuk kemenangan yang sangat mengesankan di Grand Prix Jerman. Hasil tersebut mengurangi selisih poinnya menjadi hanya 18 angka dari pemimpin klasemen, Jorge Martin, menjelang jeda musim panas.
Saat ini, Martin masih memimpin klasemen dengan 208 poin, diikuti oleh Ai Ogura dengan 194 poin, sementara Marquez berada di posisi ketiga dengan 190 poin. Bezzecchi, yang sebelumnya memimpin, kini turun ke posisi keempat setelah mengalami serangkaian hasil yang kurang memuaskan.
Kecerdasan dan Kematangan Marquez
Lorenzo menilai bahwa perubahan terbesar pada Marquez tidak hanya terletak pada kecepatan, tetapi juga pada cara berpikirnya saat berlomba. "Ini adalah comeback yang bersejarah. Untuk menjadi juara, Anda memang harus cepat, tetapi yang lebih penting adalah mampu bertahan sampai finis," ungkap Lorenzo.
Dia melanjutkan, "Saya benar-benar terkesan melihat betapa cerdas dan dewasanya Marc sekarang. Dia jauh lebih jarang mengalami kecelakaan." Lorenzo juga mencatat bahwa di Assen, sirkuit yang mungkin paling sulit baginya, Marquez menunjukkan ketahanan yang luar biasa. "Dia memang tidak lagi sedominan saat awal kariernya, tetapi sekarang dia adalah pembalap yang paling komplet dan paling cerdas di grid MotoGP," tambahnya.
Perubahan Gaya Balap Marquez
Transformasi gaya balap Marquez juga dipengaruhi oleh kondisi fisiknya. Cedera pada bahu kanannya membuatnya tidak bisa lagi memaksakan diri seperti dulu. Hal ini memaksanya untuk mengubah pendekatan, menjadi lebih selektif dalam menyerang dan menghindari risiko yang tidak perlu.
Jeda selama tiga pekan sebelum MotoGP Inggris di Silverstone diharapkan dapat membantu proses pemulihan fisik Marquez. Jika kondisinya terus membaik, peluang pembalap Ducati ini untuk melanjutkan kebangkitannya pada paruh kedua musim diprediksi semakin terbuka.