Yamaha dilaporkan merasa khawatir atas keputusan Jorge Martin yang berencana untuk kembali balapan di MotoGP Malaysia 2026, meskipun baru saja mengalami patah tulang di pergelangan tangan saat berlangsungnya GP Australia. Kekhawatiran ini muncul mengingat Martin akan bergabung dengan tim Yamaha pada tahun 2027, sehingga cedera yang lebih parah dapat mengganggu persiapannya untuk musim mendatang.
Jorge Martin berencana untuk tampil di Sirkuit Sepang kurang dari seminggu setelah insiden patah tulang tersebut. Keputusan ini diambil karena peluangnya untuk meraih gelar juara dunia MotoGP 2026 masih terbuka lebar. Saat ini, Martin tertinggal 10 poin dari Marc Marquez dengan empat balapan tersisa. Jika ia tidak dapat berkompetisi di Malaysia dan Marquez mendapatkan poin maksimal, maka persaingan untuk gelar juara akan semakin sulit bagi pembalap Aprilia tersebut.
Pemeriksaan Medis Menentukan Nasib Balapan Martin
Martin dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan oleh dokter utama MotoGP, Angel Charte, pada hari Kamis. Hasil dari pemeriksaan ini akan menjadi penentu apakah Martin diizinkan untuk memulai akhir pekan balapan. Mantan manajer pembalap, Carlo Pernat, mengingatkan agar Martin mempertimbangkan risiko secara cermat sebelum mengambil keputusan. Ia juga mencurigai bahwa dorongan untuk menjaga daya tarik persaingan gelar bisa mempengaruhi keputusan tersebut.
“Sekarang yang dipertaruhkan adalah tontonan atau kesehatan seorang pembalap,” ungkap Pernat. Ia berpendapat bahwa baik Aprilia maupun Liberty Media mungkin ingin Martin tetap tampil. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai kelayakan Martin untuk balapan harus didasarkan pada pertimbangan profesional dari tim medis.
Kekhawatiran Yamaha dan Persiapan untuk Musim Depan
Kekhawatiran Yamaha berhubungan dengan status Martin sebagai pembalap mereka yang baru mulai musim MotoGP 2027. Pembalap berusia 29 tahun ini telah menandatangani kontrak untuk bergabung dengan tim pabrikan Yamaha dan akan berpasangan dengan Ai Ogura. Di sisi lain, Francesco Bagnaia diharapkan akan menggantikan posisi Martin di Aprilia.
Pernat menambahkan, “Balapan dengan pergelangan tangan yang patah merupakan risiko yang sangat besar. Apa yang terjadi jika dia mengalami patah tulang lagi?” Martin direncanakan akan mencoba motor Yamaha untuk pertama kalinya dalam tes Valencia pada awal bulan Desember. Jika ia tidak dapat mengikuti tes tersebut, masih ada kesempatan untuk melakukan pengujian di Malaysia pada 31 Januari hingga 1 Februari dan di Thailand pada 6-7 Februari.
Pengujian awal ini sangat penting karena Martin belum sempat mencoba ban Pirelli atau motor MotoGP dengan kapasitas 850 cc yang akan digunakan dalam era regulasi baru. Perpindahan dari Aprilia ke Yamaha mengharuskan Martin untuk beradaptasi dengan motor dan pendekatan teknis yang berbeda. Oleh karena itu, memaksakan diri saat dalam kondisi cedera berisiko menambah masalah menjelang musim baru. Di tengah ambisinya untuk meraih gelar 2026, Jorge Martin harus mempertimbangkan kondisi fisik dan kebutuhan persiapannya bersama Yamaha untuk musim mendatang.