Logo
Berita Olahraga

Jorge Martin Memilih Mundur dari MotoGP Malaysia karena Risiko Terlalu Tinggi

Jorge Martin mengumumkan keputusan untuk tidak berpartisipasi dalam MotoGP Malaysia 2026, mengingat risiko yang harus dihadapi terlalu besar dan kondisi fisiknya belum optimal. Pebalap asal Spanyol in...

D
Dhearatika Jaya
31 October 2026 4 pembaca
Foto: REUTERS/Hasnoor Hussain
Foto: REUTERS/Hasnoor Hussain

Jorge Martin telah mengungkapkan alasan di balik keputusannya untuk mundur dari MotoGP Malaysia 2026. Pebalap yang membela tim Aprilia ini menilai bahwa risiko yang harus diambilnya terlalu besar, sementara kecepatan yang dimilikinya belum cukup untuk bersaing dengan pebalap-pebalap terdepan.

Martin membuat keputusan untuk menghentikan partisipasinya di sirkuit Sepang setelah menjalani sesi latihan bebas terakhir pada Sabtu (31/10/2026). Meskipun ia berhasil menyelesaikan delapan lap, hanya tiga lap yang dicatatkan dengan waktu yang kompetitif sebelum akhirnya meninggalkan lintasan.

Pebalap berusia muda ini masih dalam tahap pemulihan dari patah tulang pergelangan tangan kanan yang dialaminya akibat kecelakaan di Sprint Race MotoGP Australia pekan lalu. Walaupun telah berusaha untuk kembali menunggangi motornya, kondisi fisiknya belum memungkinkan untuk tampil secara maksimal.

Kondisi Fisik yang Belum Optimal

"Kemarin sudah sangat berat, tetapi setidaknya saya melihat bahwa jika memaksakan diri, saya masih bisa cepat," ungkap Martin kepada TNT Sports. Ia menjelaskan bahwa pada hari itu, risiko yang harus dihadapi terlalu besar dibandingkan dengan kemampuannya di lintasan. "Maksud saya, saya tidak cukup cepat untuk membenarkan risiko tersebut," tambahnya.

Martin juga menyatakan bahwa ia mungkin akan tetap mencoba jika mampu bersaing lebih dekat dengan pebalap terdepan. Namun, ia merasakan bahwa kekuatan dan kontrol pada tangan kanannya belum cukup untuk menghadapi kemungkinan terjatuh. "Saya melihat bahwa dengan kekuatan yang saya miliki, saya tidak cukup bisa mengendalikan tangan. Jadi, saya memutuskan pilihan terbaik adalah berhenti. Itu risiko yang sangat besar. Saya tidak ingin mengalami kecelakaan besar karena situasi seperti ini," jelasnya.

Fokus pada Pemulihan dan Harapan untuk Qatar

Setelah keputusan ini, Martin akan berfokus pada proses pemulihan dan menjalani berbagai terapi selama sepekan ke depan. Ia berharap bisa kembali berkompetisi di MotoGP Qatar yang akan berlangsung pekan depan. "Saya akan mencoba beristirahat, menjalani semua terapi yang bisa saya lakukan selama sepekan, lalu mencoba lagi di Qatar. Itulah rencananya," tuturnya.

Mundurnya Martin memberikan keuntungan bagi Marc Marquez dalam persaingan untuk meraih gelar juara dunia MotoGP 2026, di mana Martin saat ini tertinggal 10 poin dari pebalap Ducati tersebut. Martin memperkirakan bahwa Marquez dapat mengumpulkan banyak poin di Sepang untuk menambah keunggulannya di klasemen. Meskipun demikian, Martin tetap bertekad untuk berjuang hingga akhir musim. "Ini lebih tentang mencoba berjuang sampai akhir. Bukan hanya untuk diri saya atau kejuaraan, tetapi juga untuk orang-orang saya dan tim saya. Saya merasa harus mencoba," tegasnya.

"Tentu saja, terkadang dalam hidup, meskipun sudah berusaha, sesuatu tetap tidak terjadi sesuai harapan. Jika itu terjadi, saya akan menerimanya. Tetapi saya akan berusaha menunjukkan kepada semua orang bahwa saya akan berjuang sampai akhir," pungkas Martin.

Artikel Terkait