Di hari pertama Malaysia Masters 2026, salah satu kejutan besar terjadi ketika pasangan peringkat 7 dunia, Christo Popov dan Toma Junior Popov, tereliminasi di babak awal pada hari Selasa (19 Mei). Duo bersaudara yang berasal dari Prancis ini, yang sebelumnya membantu tim nasional Prancis mencapai final Piala Thomas di Horsens, Denmark, hanya mampu bertahan selama 36 menit sebelum kalah dengan skor 19-21, 15-21 dari pasangan India, Hariharan Amsakarunan dan MR Ajun.
Keduanya mengungkapkan bahwa mereka tidak merasa terkejut dengan hasil tersebut, mengingat performa mereka yang di bawah standar akibat kelelahan setelah menjalani serangkaian turnamen yang padat. “Berdasarkan cara kami bermain hari ini, saya rasa hasil ini tidak mengejutkan karena kami berada di bawah level biasanya. Kami tidak tampil seperti biasanya, tetapi ini juga turnamen pertama kami setelah absen, jadi kami tidak berharap terlalu banyak,” ungkap Toma Junior Popov.
Fokus pada Persiapan Turnamen Selanjutnya
Popov bersaudara menekankan bahwa tujuan utama mereka adalah beradaptasi dengan kondisi menjelang turnamen Super 750 dan Super 1000 yang akan datang. “Kami telah melalui serangkaian turnamen panjang di Eropa, termasuk Kejuaraan Eropa dan Piala Thomas, di mana kami mencapai final. Tubuh kami lelah dan kelelahan, jadi fokus kami terutama pada persiapan untuk Singapore Open dan Indonesia Open minggu depan,” tambahnya.
Dampak Positif Piala Thomas bagi Bulu Tangkis Prancis
Kedua bersaudara tersebut juga mencatat bahwa perjalanan tim Prancis ke final Piala Thomas tidak mendapatkan perhatian sebesar yang mereka harapkan, namun tetap dianggap sebagai langkah positif bagi perkembangan bulu tangkis di negara mereka. “Saya akan mengatakan bahwa hal itu berdampak, mungkin tidak sebesar yang kami harapkan, tetapi tetap merupakan dampak yang positif. Situasinya tidak sama seperti di negara seperti Malaysia karena bulu tangkis masih merupakan olahraga kecil di Prancis,” jelas Christo Popov.
“Namun di level kami, kami mendapatkan sedikit dari apa yang kami harapkan. Tentu saja, kami selalu berharap lebih, dan kami percaya bahwa dalam beberapa tahun ke depan, hal itu dapat tumbuh lebih besar lagi dan menciptakan minat yang lebih besar di kalangan masyarakat Prancis,” tutupnya.