Logo
Raket

Kekalahan Lee Zii Jia di Vietnam Open 2026 Menyebabkan Liew Daren Jadi Sasaran Kritikan

Setelah kekalahan mengejutkan Lee Zii Jia di Vietnam Open 2026, pelatihnya, Liew Daren, menjadi sasaran kritik dari penggemar bulu tangkis. Daren membagikan komentar negatif yang diterimanya di media...

A
Anggun Ratnasari
12 September 2026 4 pembaca
Lee Zii Jia/[Foto:Thestar]
Lee Zii Jia/[Foto:Thestar]

Lee Zii Jia, yang sering menjadi korban pelecehan daring, kini pelatihnya, Liew Daren, mengalami hal serupa setelah kekalahan mengejutkan Zii Jia di Vietnam Open 2026. Liew Daren membagikan di akun media sosialnya sebuah komentar dari seorang penggemar bulu tangkis yang menyalahkannya atas penurunan performa Zii Jia belakangan ini.

“Hei, sebaiknya kau keluar dari Tim Lee Zii Jia, kau adalah pelatih paling tidak berguna yang bisa dia dapatkan,” tulis penggemar tersebut. Komentar ini diikuti dengan tanggapan serupa pada unggahan Instagram lainnya, di mana orang yang sama mengklaim bahwa saran Daren turut berkontribusi pada penampilan buruk Zii Jia.

Perubahan Pelatih dan Harapan yang Hancur

Liew Daren mulai menjabat sebagai pelatih Zii Jia pada awal Januari, menggantikan Yeoh Kay Bin yang menerima tawaran dari Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) untuk bergabung dengan tim tunggal putra junior nasional. Zii Jia menjadi sorotan setelah kalah secara mengejutkan di babak kedua dari petenis Taiwan peringkat 88 dunia, Wu Zhe-ying, dalam turnamen tersebut. Kekalahan ini menghancurkan harapannya untuk melaju lebih jauh, terutama setelah ia memilih untuk berkompetisi di turnamen Super 100 yang lebih rendah dalam usaha untuk membangun kembali kepercayaan dirinya.

Empati dari BAM dan Perjalanan Karier Zii Jia

Ketua komite kinerja BAM, Datuk Seri Lee Chong Wei, menunjukkan empati terhadap kesulitan yang dihadapi Zii Jia saat ini. Dia membuka pintu bagi mantan juara Asia tersebut untuk kembali ke tim nasional jika Zii Jia membutuhkan bantuan untuk menemukan kembali performa terbaiknya. Lee Zii Jia pernah menjadi salah satu pemain tunggal putra teratas di dunia, mencapai peringkat tertinggi dalam kariernya yaitu peringkat 2 pada tahun 2022 setelah meraih gelar All-England setahun sebelumnya. Namun, serangkaian cedera yang dialaminya tahun lalu membuatnya absen cukup lama, dan ia juga mengungkapkan bahwa ia menderita depresi, yang berdampak negatif pada penampilannya.

Artikel Terkait