Joe Joyce kembali menjadi pusat perhatian setelah mengalami kekalahan kelima dalam enam pertarungan terakhirnya. Petinju yang dikenal dengan julukan The Juggernaut itu dihentikan oleh Artem Suslenkov pada akhir pekan lalu di Moskow, Rusia. Hasil ini semakin memperkuat anggapan bahwa karier Joyce kini berada dalam masa penurunan.
Pandangan Rekan Latih Terdahulu
Dave Allen, mantan rekan latih Joyce, menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi Joyce. Allen mengungkapkan bahwa sulit untuk percaya bahwa petinju yang sebelumnya sangat dominan kini mengalami kemunduran yang signifikan. Ia berbagi pengalamannya berlatih bersama Joyce selama enam tahun, menyebut Joyce sebagai salah satu lawan sparring terberat yang pernah ia hadapi.
“Saya berlatih dengannya selama sekitar enam tahun. Itu adalah sesi sparring paling keras yang pernah saya jalani. Saya memukulnya tiga kali, dia membalas enam kali. Saya harus menerima enam pukulan hanya untuk bisa membalas dua atau tiga,” ungkap Allen.
Kekuatan dan Kehormatan terhadap Joyce
Allen menilai Joyce memiliki kombinasi kekuatan fisik, daya tahan, dan volume pukulan yang luar biasa. Bahkan setelah kemenangan atas Joseph Parker pada tahun 2022 yang membuatnya meraih gelar interim WBO, Allen sempat menganggap Joyce sebagai petinju kelas berat terbaik di dunia. “Saat mengalahkan Parker, saya rasa dia mungkin petinju kelas berat terbaik saat itu. Bayangkan saja Oleksandr Usyk harus menahan tekanan Joyce selama 12 ronde, itu pasti sangat sulit,” tambahnya.
Allen juga menyatakan rasa hormatnya yang tinggi terhadap Joe Joyce, bahkan selama kariernya, ia tidak pernah berani menantang Joyce karena menganggapnya sebagai sosok yang sangat berbahaya di ring. “Saya sangat menghormati Joe. Dia satu-satunya petinju yang tidak pernah saya tantang karena dia benar-benar menakutkan di atas ring,” ucap Allen.
Namun, setelah menyaksikan penampilan Joyce melawan Suslenkov, Allen merasa prihatin. Ia menilai penurunan performa Joyce sudah terlihat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk setelah dua kali kalah knockout dari Zhilei Zhang dan kekalahan angka dari Derek Chisora serta Filip Hrgovic. “Melihatnya melawan Suslenkov benar-benar menyedihkan. Tanda-tanda penurunannya sebenarnya sudah terlihat cukup lama,” katanya.
Meski Allen enggan meminta Joyce untuk pensiun secara langsung, ia memahami bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan Joyce. Ia berharap Joyce telah memiliki kondisi finansial yang memadai sehingga tidak perlu terus mempertaruhkan kesehatannya. “Saya hanya berharap dia sudah memiliki cukup uang untuk menikmati hidup dan merasa puas dengan apa yang telah diraihnya,” ujar Allen.
Sampai saat ini, Joe Joyce belum memberikan pernyataan resmi mengenai masa depannya. Namun, banyak pengamat dan penggemar berpendapat bahwa kesehatan jangka panjang seharusnya menjadi prioritas utama bagi petinju berusia 40 tahun tersebut.