Logo
Moto GP

Kekecewaan Casey Stoner atas Ketidakpuasan Kompensasi dari Ducati

Casey Stoner mengungkapkan kekecewaannya karena tidak menerima bayaran dari Ducati meskipun telah membantu Francesco Bagnaia di MotoGP musim lalu. Momen ini diungkapkan saat Stoner menghadiri acara Go...

A
Arka Wisena
23 July 2026 21 pembaca
Casey Stoner dan Francesco Bagnaia
Casey Stoner dan Francesco Bagnaia

Casey Stoner, mantan pebalap legendaris MotoGP, baru-baru ini mengungkapkan kekecewaannya terkait kontribusinya yang tidak dibayar oleh Ducati setelah membantu Francesco Bagnaia di musim MotoGP 2025. Stoner menyampaikan perasaannya ini saat menghadiri Goodwood Festival of Speed 2026.

Pada Grand Prix San Marino musim lalu, Stoner kembali ke garasi Ducati untuk memberikan dukungan kepada Bagnaia, yang tengah mengalami kesulitan dalam mencapai performa terbaiknya. Kehadirannya terbukti efektif, karena ia berhasil mengidentifikasi masalah yang tidak disadari oleh tim teknis Ducati.

Pengakuan Bagnaia

Francesco Bagnaia mengakui bahwa masukan dari Stoner sangat berharga. Ia menyatakan bahwa legenda asal Australia tersebut dengan cepat menemukan penyebab utama masalah pada motornya dan membantu meningkatkan performanya. Dua balapan setelah pertemuan tersebut, Bagnaia berhasil meraih kemenangan di MotoGP Jepang, baik dalam sprint race maupun balapan utama.

Walaupun Stoner merasa terhormat atas ucapan terima kasih dari Bagnaia, ia mengungkapkan kekecewaannya karena tidak mendapatkan imbalan dari Ducati. "Saya memang merindukan paddock MotoGP, tetapi saya terlalu banyak mencurahkan diri dan sering kali tidak mendapatkan respons seperti yang saya harapkan," ujarnya.

Refleksi Stoner

Stoner menegaskan bahwa meskipun ia ingin membantu, pengalaman tersebut membuatnya enggan untuk memberikan masukan secara gratis di masa depan. "Bagi saya, mendengar Pecco mengucapkan terima kasih adalah sebuah kehormatan. Saya membantu hanya karena ingin membantunya. Tetapi ke depannya saya tidak akan melakukan hal seperti itu secara gratis lagi. Saya tidak akan memberikan pengetahuan saya tanpa imbalan," tegasnya.

Stoner juga menyentuh pengalaman serupa yang pernah ia alami sebelumnya, di mana banyak pihak hanya memanfaatkan keahliannya sebelum meninggalkannya setelah mencapai tujuan. "Sayangnya saya sudah terlalu sering mengalami hal seperti itu. Setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka akan meninggalkan Anda begitu saja. Saya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Saya tidak akan membantu tanpa alasan dan tanpa bayaran," tambahnya.

Pernyataan ini menimbulkan spekulasi tentang hubungan yang kurang baik antara Stoner dan Ducati. Ia juga pernah mengingatkan Bagnaia bahwa Ducati tidak ragu untuk mengganti pebalap yang mengalami penurunan performa, sebuah peringatan yang kembali menjadi perhatian setelah pabrikan Italia itu merekrut Pedro Acosta untuk musim 2027.

Meskipun demikian, Casey Stoner tetap memiliki tempat yang istimewa dalam sejarah Ducati, sebagai pebalap pertama yang membawa gelar juara dunia MotoGP bagi pabrikan Borgo Panigale pada tahun 2007.

Artikel Terkait