Setelah lima bulan mencari performa terbaik, pasangan ganda campuran dari Tiongkok, Feng Yan Zhe dan Huang Dong Ping, akhirnya menemukan kembali ritme permainan mereka. Pada hari Minggu, di SATHIO GROUP Australia Open 2026, mereka berhasil mengalahkan sesama atlet Tiongkok, Guo Xin Wa dan Chen Fang Hui, dengan skor 21-17 dan 21-19, sehingga berhasil merebut kembali gelar yang mereka raih pada tahun 2023.
Kemenangan ini tidak hanya memperpanjang catatan sempurna Feng dan Huang melawan Guo dan Chen menjadi tujuh pertandingan tanpa kalah, tetapi juga menandai berakhirnya salah satu periode sulit dalam kemitraan mereka. Sejak menjuarai Malaysia Open pada bulan Januari, pasangan ini mengalami kesulitan, gagal mencapai final di lima turnamen berturut-turut dan mengalami kekalahan dari lawan yang tidak diunggulkan di Singapore Open dan Indonesia Open.
Perubahan Pola Pikir yang Signifikan
Feng Yan Zhe mengungkapkan, "Penampilan kami belakangan ini belum ideal. Namun, perlu diakui bahwa terlepas dari hasilnya, pola pikir kami telah disesuaikan tepat waktu selama rangkaian pertandingan ini." Final tersebut menjadi pertarungan antara dua pasangan yang saling mengenal dengan baik, sehingga menjadikan pertandingan tersebut sebagai ujian ketenangan mental.
Feng menambahkan, "Kedua belah pihak sudah familiar dengan gaya bermain masing-masing. Intinya adalah siapa yang tampil sedikit lebih baik. Alasan kami lebih tenang di saat-saat krusial adalah karena kami tidak terlalu banyak berpikir. Ini tentang tidak memiliki terlalu banyak pikiran yang mengganggu."
Momentum yang Menentukan
Huang Dong Ping merasa bahwa permainan pertama sangat krusial. Saat ia dan Feng meningkatkan tempo di akhir game pertama, mereka memperoleh momentum yang membantu mereka melewati game kedua yang lebih ketat. "Di game pertama, menjelang akhir pertandingan, kecepatan kami meningkat cukup pesat," ujarnya. "Di game kedua, lawan meningkatkan tempo permainan mereka dan energi kami sedikit menurun. Hal itu mengakibatkan beberapa kesalahan sendiri."
Kemenangan ini menambah koleksi trofi Australia Open bagi Huang, yang sebelumnya juga meraih gelar tersebut bersama Wang Yi Lyu pada tahun 2019. Lebih dari itu, kemenangan ini membantu mengembalikan kepercayaan diri mereka menjelang paruh kedua musim yang padat.
Dengan turnamen Japan Open dan China Open yang akan datang sebelum Kejuaraan Dunia dan Asian Games, Huang tetap optimis. "Kami masih fokus untuk bermain bagus di setiap pertandingan terlebih dahulu. Kami sangat berharap dapat menampilkan performa yang baik di turnamen-turnamen menjelang pertandingan-pertandingan besar, tetapi kami akan membiarkan semuanya berjalan sesuai rencana."