Nagoya: Muhammad Al Imran memulai debutnya di Asian Para Games 2026 dengan hasil yang menggembirakan. Atlet para bulu tangkis asal Indonesia ini berhasil membalas kekalahannya dari Monghkon Bunsun, atlet Thailand, yang sebelumnya mengalahkannya di final ASEAN Para Games 2025. Pertandingan berlangsung di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Nagoya, pada Jumat (16/10), di mana Al Imran menang dalam dua gim langsung dengan skor 21-14, 21-17. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Al Imran untuk bersaing di nomor tunggal putra klasifikasi SL3 grup D.
Kemenangan ini terasa istimewa bagi Al Imran, mengingat ia sebelumnya harus mengakui keunggulan Monghkon di final ASEAN Para Games 2025 dengan skor 12-21, 19-21. “Perbedaannya lebih ke evaluasi dari kekalahan yang kemarin. Kemarin kalahnya di mana, salahnya di mana, mungkin itu lebih diperbaiki saja, biar bisa main lebih bagus, melihat celah-celahnya di mana,” ungkap Al Imran setelah pertandingan.
Perjuangan dan Tantangan di Pertandingan
Meski meraih kemenangan, perjalanan Al Imran tidak sepenuhnya mulus. Ia mengalami kram di paha kanan saat memasuki gim kedua. Selain itu, tekanan mental juga dirasakannya sejak malam sebelum pertandingan, yang membuatnya kesulitan tidur akibat gugup menghadapi debut di ajang olahraga disabilitas terbesar di Asia ini. “Alhamdulillah tadi pertandingan bisa dimenangkan. Walaupun tadi di set kedua ada kram di paha, mungkin karena ini debut di Asian Para Games. Jadi rasa menggebu-gebu itu pasti ya. Bisa mewakili Indonesia itu kebanggaan tersendiri,” ujarnya.
Kemenangan atas Monghkon menjadi langkah awal Al Imran dalam menghadapi kompetisi di grup D, yang diisi oleh pemain-pemain unggulan dari Thailand, Jepang, dan China. Selain Monghkon, Al Imran juga harus bersiap menghadapi Daisuke Fujihara dari Jepang dan Jianyuan Yang dari China. Situasi ini membuatnya fokus pada persiapan fisik dan mental. “Anak-anak juga bilang kalau grup D ini grup neraka karena unggulan Thailand, Jepang dan China kumpul jadi satu. Makanya ya harus mempersiapkan diri lebih matang lagi dari sisi mental maupun fisik,” jelasnya.
Target Medali Emas dan Persiapan Tim
Walaupun baru debut, Al Imran tidak ingin hanya menjadi pelengkap dalam kompetisi ini. Ia menargetkan untuk meraih medali emas dan menyadari bahwa tantangan juga datang dari para atlet kuat India, seperti Pramod Bhagat, peraih emas Paralimpiade Tokyo 2020, dan Kumar Nitesh, peraih emas Paralimpiade Paris 2024. “Siapa sih yang enggak mau medali emas. Ya mudah-mudahan semuanya doa dan dukungannya, semoga bisa membawa emas untuk Indonesia,” harap Al Imran.
Selain bertanding di nomor tunggal putra SL3, Al Imran juga akan berpartisipasi di nomor ganda putra SL3-SU5 bersama Suryo Nugroho. Secara keseluruhan, tim para bulu tangkis Indonesia mengirimkan 15 atlet untuk Asian Para Games 2026, dengan target meraih dua medali emas, dua perak, dan enam perunggu.