Logo
Berita Olahraga

Kemenpora Dukung Rapat Anggota Luar Biasa KOI 2026 untuk Tingkatkan Prestasi Olahraga Indonesia

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia memberikan apresiasi terhadap Rapat Anggota Luar Biasa Komite Olimpiade Indonesia 2026, menekankan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan prestasi...

E
Elvira Adhitama
20 July 2026 33 pembaca
Kemenpora RI mengapresiasi Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) Komite Olimpiade Indonesia Tahun 2026 sebagai langkah nyata mewujudkan prestasi olahraga yang lebih gemilang di pentas dunia.(foto:raiky/kemenpora.go.id)
Kemenpora RI mengapresiasi Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) Komite Olimpiade Indonesia Tahun 2026 sebagai langkah nyata mewujudkan prestasi olahraga yang lebih gemilang di pentas dunia.(foto:raiky/kemenpora.go.id)

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) memberikan penghargaan terhadap Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) Komite Olimpiade Indonesia Tahun 2026 sebagai langkah konkret untuk mencapai prestasi olahraga yang lebih cemerlang di kancah internasional. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Peningkatan Prestasi, Surono, saat RALB berlangsung di Lantai 16 Kantor KOI, Senayan, Jakarta, pada hari Senin (20/7) siang.

“Kemenpora memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Komite Olimpiade Indonesia yang secara konsisten menjaga tata kelola organisasi melalui mekanisme Rapat Anggota Luar Biasa sebagai bagian dari implementasi prinsip good governance,” ungkap Deputi Surono yang hadir mewakili Menpora Erick Thohir. Menurutnya, momentum rapat ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil oleh organisasi mengikuti mekanisme yang telah disepakati, sehingga dapat menjaga stabilitas, soliditas, dan kredibilitas Komite Olimpiade Indonesia.

Kolaborasi untuk Prestasi yang Lebih Baik

“Pemerintah percaya, ketika tata kelola organisasi berjalan baik, kolaborasi semakin kuat, dan seluruh insan olahraga bersatu, maka prestasi Indonesia di panggung dunia akan semakin dekat untuk kita raih bersama,” tambah Deputi Surono. Dalam persiapan menghadapi Asian Games 2026 di Aichi, Jepang, yang akan berlangsung pada bulan September hingga Oktober, serta Sea Games di Malaysia tahun 2027 dan Olimpiade di Los Angeles tahun 2028, Surono menekankan pentingnya kolaborasi, sinergi, dan kerjasama antara pemerintah, KOI, cabang olahraga, dan seluruh pemangku kepentingan sebagai fondasi utama dalam membangun ekosistem olahraga nasional yang lebih kuat dan berdaya saing.

Pentingnya Pembinaan Jangka Panjang

“Peningkatan prestasi olahraga tidak dapat dicapai melalui pembinaan jangka pendek. Atlet berprestasi membutuhkan proses pembinaan yang panjang dan terstruktur mulai dari pengembangan kemampuan dasar, peningkatan kualitas teknik, hingga penguatan mental bertanding,” jelasnya. Oleh karena itu, Kemenpora mendorong Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) jangka panjang, terutama untuk 21 cabang olahraga unggulan yang dipersiapkan untuk Olimpiade, dengan dukungan pendanaan multi years.

“Khusus dalam menghadapi Asian Games 2026 di Aichi, Jepang, yang kini memasuki fase persiapan yang semakin pendek. Kondisi tersebut menuntut persiapan yang lebih matang, terukur, dan berkelanjutan agar Indonesia mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi di Asian Games,” harapnya. “Semoga keputusan-keputusan yang dihasilkan nanti semakin memperkuat organisasi, mempererat kolaborasi, serta menjadi langkah nyata dalam mewujudkan prestasi olahraga Indonesia yang lebih gemilang di tingkat regional, kontinental, hingga Olimpiade,” tutupnya.

Tidak ada tag untuk artikel ini

Artikel Terkait