Logo
Raket

Kenneth Jonassen Ingin Pemainnya Ciptakan Kejutan di Kejuaraan Dunia

Direktur pelatihan tunggal putra nasional, Kenneth Jonassen, mendorong para pemainnya untuk berusaha mengalahkan lawan-lawan unggulan di BWF Kejuaraan Dunia 2026 yang akan berlangsung di New Delhi.

B
Bayu Biru
10 August 2026 23 pembaca
Kenneth Jonassen/[Foto:NST]
Kenneth Jonassen/[Foto:NST]

Direktur pelatihan tunggal putra nasional, Kenneth Jonassen, menantang para pemainnya untuk berjuang melawan beberapa atlet top di BWF Kejuaraan Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di New Delhi pada 17 hingga 23 Agustus. Pelatih asal Denmark ini berharap agar anak didiknya tidak hanya puas dengan memberikan perlawanan yang baik, tetapi juga memiliki ambisi untuk menciptakan kejutan dan melangkah sejauh mungkin dalam kompetisi tersebut.

Dengan kejuaraan yang mempertemukan para pemain terbaik dunia, Jonassen meyakini bahwa ini adalah kesempatan yang tepat bagi para pemain untuk menguji kemampuan mereka. Malaysia akan diwakili oleh Leong Jun Hao dan Justin Hoh di nomor tunggal putra, sedangkan K. Letshanaa dan Wong Ling Ching akan berkompetisi di nomor tunggal putri.

Pentingnya Momen Ini bagi Pemain

“Saya pikir ini adalah momen-momen penting dalam karier seorang pemain. Menjelang kejuaraan ini, bagi setiap pemain tunggal, jika Anda ingin mengharumkan nama, jika Anda ingin menciptakan sesuatu yang baik, kuncinya adalah mengalahkan pemain unggulan. Dan itulah pola pikir yang harus kita miliki,” ungkap Jonassen.

“Jika saya ingin mencapai sesuatu, dan kami telah mempersiapkan diri seperti seharusnya untuk kejuaraan besar, itu berarti kami datang dengan ambisi dan tujuannya adalah untuk mengalahkan beberapa pemain unggulan. Saya berharap lebih dari sekadar 'pertarungan yang bagus'. Saya berharap kita benar-benar bisa menciptakan satu atau dua kejutan,” tambahnya.

Undian yang Menguntungkan

Jonassen juga percaya bahwa anak didiknya beruntung dengan hasil undian, karena tiga dari empat pemainnya tidak menghadapi lawan unggulan di babak pertama. Jun Hao akan bertemu Jonathan Matias dari Brasil yang berada di peringkat 61 dunia, sementara Ling Ching, yang akan melakukan debutnya di Kejuaraan Dunia, akan melawan Namie Miyahira dari Peru yang berada di peringkat 158 dunia. Letshanaa akan memulai kampanyenya melawan Fadilah Shamika Rafi dari Uganda.

Namun, Justin harus menghadapi tantangan yang lebih berat dengan melawan juara All-England asal Taiwan, Lin Chun-yi. “Secara keseluruhan, kami diperlakukan cukup adil. Menjadi tim non-unggulan di kejuaraan ini berarti, ya, kami sedikit bergantung pada keberuntungan. Dan saya pikir ketika tiga dari empat pemain kami bermain melawan pemain non-unggulan di babak pertama, saya rasa kita bisa mengatakan bahwa kita cukup beruntung secara keseluruhan,” tutup Jonassen.

Artikel Terkait