Logo
Sepakbola

Kesalahan Sendiri Jadi Penyebab Kekalahan Prancis dari Spanyol

Pelatih Prancis, Didier Deschamps, menyatakan bahwa kekalahan timnya dari Spanyol disebabkan oleh kesalahan yang mereka buat sendiri. Les Bleus harus merelakan impian melaju ke final Piala Dunia 2026...

A
Anggun Ratnasari
15 July 2026 33 pembaca
SOCCER-WORLDCUP-FRA-ESP/
SOCCER-WORLDCUP-FRA-ESP/

Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, menilai bahwa kekalahan yang dialami oleh timnya saat melawan Spanyol disebabkan oleh kesalahan yang mereka lakukan sendiri. Prancis tampil di bawah performa terbaik mereka dan banyak melakukan kesalahan dalam pertandingan tersebut.

Dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Dallas Stadium pada Rabu, 15 Juli 2026, Prancis harus menelan pil pahit setelah kalah 2-0 dari La Furia Roja. Gol-gol kemenangan Spanyol dicetak oleh Mikel Oyarzabal melalui penalti pada menit ke-22 dan Pedro Porro di menit ke-58.

Dominasi Spanyol di Lapangan

Prancis tampak kesulitan untuk mengimbangi permainan Spanyol yang mendominasi penguasaan bola. Tim Matador berhasil menguasai 55 persen bola, sementara Prancis hanya 45 persen. Lini depan Prancis yang biasanya tajam juga tidak mampu menunjukkan ketajamannya, dengan 14 tembakan yang dilakukan, namun hanya empat yang mengarah ke gawang.

Kecewa dan Kesalahan yang Dihasilkan

Didier Deschamps mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil pertandingan ini dan menyatakan bahwa para pemain juga merasakan hal yang sama. Ia mengakui bahwa timnya tidak tampil sesuai dengan level terbaik dan banyak melakukan kesalahan. "Para pemain sangat kecewa karena kami memiliki ambisi yang tinggi, meskipun kami harus mengakui bahwa hari ini kami sedikit di bawah level biasanya secara teknis, menghadapi tim yang benar-benar menguasai permainan," ungkap Deschamps.

Lebih lanjut, Deschamps menekankan bahwa kekalahan ini merupakan akibat dari kesalahan mereka sendiri. "Kami gagal dan tidak seberbahaya yang seharusnya dalam serangan, melakukan beberapa kesalahan teknis pada umpan yang mungkin bisa menghasilkan peluang mencetak gol. Itulah realita di level elit, meskipun itu menyakitkan," jelasnya.

Artikel Terkait