Logo
Raket

Kesempatan Emas bagi Pearly-Thinaah di China Masters 2026

Pearly Tan dan M Thinaah berpeluang besar untuk melanjutkan langkah mereka di China Masters 2026 setelah beberapa pesaing utama mundur dari undian ganda putri. Penampilan mereka yang baik di turnamen...

A
Arya Satya
03 September 2026 18 pembaca
Pearly Tan-M Thinaah/[Foto:Thestar]
Pearly Tan-M Thinaah/[Foto:Thestar]

Pearly Tan dan M Thinaah memiliki kesempatan yang baik untuk melaju jauh di turnamen bergengsi China Masters 2026, berkat ketidakhadiran beberapa rival utama mereka dalam undian ganda putri. Penampilan yang memuaskan dalam pekan ini diharapkan dapat memberikan dorongan kepercayaan diri yang sangat dibutuhkan oleh pasangan yang menduduki peringkat 5 dunia ini, terutama menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang hanya tinggal kurang dari 16 hari lagi.

Awalnya, Pearly dan Thinaah dijadwalkan untuk bertanding melawan Luo Yi dan Wang Tingge dari Tiongkok pada babak pertama. Namun, penarikan diri beberapa pasangan unggulan di menit-menit terakhir, termasuk pasangan peringkat 1 dunia Tan Ning dan Liu Shengshu, pasangan peringkat 3 dunia dari Jepang Yuki Fukushima dan Mayu Matsumoto, pasangan Korea Selatan Lee So-hee dan Baek Ha-na, serta pasangan kakak beradik Bulgaria Stefani dan Gabriela Stoeva, menyebabkan terjadinya perubahan pada undian awal.

Peluang Baru bagi Pearly-Thinaah

Dengan adanya penarikan tersebut, Pearly dan Thinaah mendapatkan bye di babak pertama dan akan menghadapi Benyapa Aimsaard dan Nuntakarn Aimsaard dari Thailand di babak kedua hari ini. Woon Khe Wei, mantan pemain bulu tangkis nasional, menyatakan bahwa ini adalah kesempatan yang baik bagi Pearly dan Thinaah untuk kembali menemukan ritme permainan mereka setelah mengalami kesulitan dalam beberapa turnamen terakhir. Pearly, khususnya, bermain dengan hati-hati setelah baru saja pulih dari cedera.

Khe Wei mengatakan, “Tentu akan sangat baik bagi mereka jika mereka bisa mendapatkan hasil yang bagus di China Masters. Saya rasa mereka tidak bermain terlalu baik di Kejuaraan Dunia baru-baru ini, tetapi itu mungkin juga karena Pearly baru saja pulih dari cedera. Hal itu mungkin memengaruhi kepercayaan dirinya dan membuatnya sedikit lebih berhati-hati di lapangan.”

Harapan untuk Membangun Momentum

Khe Wei, yang pernah mengalami cedera serius selama kariernya, memahami tantangan yang dihadapi Pearly dalam menemukan kembali performa terbaiknya setelah absen cukup lama. “Kembali ke performa terbaik itu tidak mudah. Butuh waktu dan Pearly tidak perlu terburu-buru,” ujarnya. Dia menambahkan bahwa Pearly dan Thinaah sebaiknya melihat kembali pertandingan-pertandingan di mana mereka tampil baik dan berusaha untuk mengulangi performa tersebut guna membangun kembali kepercayaan diri mereka.

Pencapaian terakhir Pearly dan Thinaah adalah di Taiwan Open bulan lalu, di mana mereka harus puas dengan posisi runner-up setelah kalah dari pasangan Jepang Sumire Nakade dan Miyu Takahashi di final. Mereka bukan satu-satunya pasangan Malaysia yang berusaha membangun momentum menjelang Asian Games. Pasangan muda Low Zi Yu dan Noraqilah Maisarah Ramdan, yang akan melakukan debut di Asian Games, juga berharap dapat meraih hasil baik di Shenzhen. Setelah mendapatkan bye di babak pertama, Zi Yu dan Noraqilah akan menghadapi tantangan yang lebih berat melawan juara bertahan Jia Yifan dan Zhang Shuxian di babak kedua.

Khe Wei menambahkan, “Menurut saya, mereka tidak perlu takut meskipun menghadapi juara bertahan. Alih-alih merasa terintimidasi, mereka seharusnya keluar saja, menikmati pertandingan, dan melihat apakah mereka bisa menciptakan kejutan.”

Artikel Terkait