Logo
Raket

Kesempatan Emas Tuan Rumah di Malaysia Masters 2026

Tuan rumah Malaysia berpeluang meraih tiga gelar ganda di Malaysia Masters 2026 berkat undian yang menguntungkan. Tiga pasangan ganda unggulan siap bersaing mulai 19 hingga 24 Mei mendatang.

A
Anggun Ratnasari
13 May 2026 15 pembaca
Kesempatan Emas Tuan Rumah di Malaysia Masters 2026
Aaron Chia-Soh Wooi Yik/[Foto:Thestar]

Tuan rumah Malaysia memiliki kesempatan besar untuk meraih tiga gelar ganda pada Malaysia Masters 2026 yang akan berlangsung dari 19 hingga 24 Mei. Hal ini setelah undian yang menguntungkan diumumkan pada hari Selasa lalu. Pasangan unggulan Aaron Chia/Soh Wooi Yik, Pearly Tan/M Thinaah, dan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei berpeluang untuk mengamankan gelar di kategori ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.

Terakhir kali Malaysia berhasil meraih tiga gelar di ajang Super 500 adalah pada tahun 2012, ketika Koo Kien Keat-Tan Boon Heong (ganda putra), Wong Pei Tty-Chin Eei Hui (ganda putri), dan Chan Peng Soon-Goh Liu Ying (ganda campuran) berhasil menjadi juara di Johor Baru. Pasangan ganda putra peringkat dua dunia, Aaron dan Wooi Yik, diperkirakan tidak akan mengalami kesulitan berarti dalam perjalanan mereka menuju final, kecuali menghadapi laga semifinal yang berat melawan pasangan peringkat sembilan dunia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin Rumsani, di Unifi Arena.

Jalan Menuju Final

Unggulan teratas Malaysia ini akan memulai pertandingan mereka melawan Wesley Koh-Junsuke Kubo dari Singapura, kemudian berhadapan dengan pasangan kualifikasi di babak 16 besar sebelum menghadapi tantangan pertama mereka melawan pasangan Prancis peringkat 20 dunia, Christo Popov/Toma Junior Popov, atau pasangan Tiongkok, He Ke Yuan-Lin Xing Yi (peringkat 33) sebelum melawan Sze Fei-Izzuddin. Mungkin sulit untuk melihat terulangnya final sesama Malaysia seperti tahun lalu, karena Aaron dan Wooi Yik akan bertemu dengan unggulan kedua, pasangan Jepang peringkat delapan dunia, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, dalam perebutan gelar.

Tahun lalu, Aaron dan Wooi Yik kalah dari Man Wei Chong-Tee Kai Wun dalam pertandingan final. Namun, cedera lutut yang dialami Wei Chong memaksa petenis peringkat enam dunia itu untuk mundur dari turnamen pada hari Senin. Pasangan peringkat 17 dunia, Wan Arif Junaidi-Yap Roy King, atau pasangan independen peringkat 25 dunia, Nur Azriyn Ayub-Tan Wee Kiong, hanya memiliki peluang kecil jika salah satu dari mereka mampu mengalahkan Hoki-Kobayashi dalam kemungkinan bentrok semifinal di bagian bawah klasemen.

Peluang Ganda Putri dan Campuran

Pearl Tan dan M Thinaah, pasangan ganda putri peringkat dua dunia, juga menjadi sorotan utama. Kecuali jika mereka menghadapi tantangan berat di perempat final melawan pasangan Jepang peringkat 18 dunia, Chiharu Shida-Arisa Igarashi, pasangan favorit Malaysia ini seharusnya melaju ke final pertama mereka di Malaysia Masters. Pearly dan Thinaah, yang akan menghadapi pasangan kualifikasi di babak pertama, juga akan termotivasi oleh catatan luar biasa mereka sebagai unggulan teratas, setelah memenangkan tiga dari empat gelar Tur Dunia terakhir dari posisi tersebut. Namun, Pearly harus berhati-hati agar cedera punggungnya tidak kambuh lagi setelah cedera tersebut memaksanya untuk mundur dari Uber Cup di Horsens, Denmark.

Jika semua berjalan sesuai rencana, Pearly dan Thinaah diperkirakan akan bertemu pasangan Jepang peringkat tujuh dunia, Rin Iwanaga-Kie Nakanishi, di final Malaysia Masters 2026. Sementara itu, juara dunia ganda campuran, Tang Jie dan Ee Wei, akan menghadapi tantangan berat dalam usaha mereka menambah gelar Malaysia Masters pertama mereka, karena mereka kemungkinan akan berhadapan dengan pasangan yang sering menjadi momok bagi Thailand, Dechapol Puavaranukroh-Supissara Paewsampran, dalam final. Dechapol dan Supissara memiliki rekor head-to-head 4-1 melawan pasangan peringkat empat dunia, Tang Jie dan Ee Wei, yang akan berusaha membalas kekalahan dari pasangan Thailand tersebut pekan depan.

Pada babak pertama, pasangan Tang Jie dan Ee Wei akan menghadapi pasangan Kanada peringkat 56 dunia, Jonathan Lai-Crystal Lai, dan berpotensi menghadapi pertandingan sulit melawan pasangan asal Tiongkok, Gao Jia Xuan-Wei Ya Xin, sebelum diperkirakan akan berhadapan dengan juara Eropa, Mathias Christiansen-Alexandra Boje dari Denmark, di babak semifinal.

Artikel Terkait