Atlet bulu tangkis asal Skotlandia, Kirsty Gilmour, yang mengungkapkan identitasnya sebagai gay pada tahun 2021, menyatakan harapannya untuk melihat peningkatan penerimaan terhadap kaum LGBTQ di Asia. Dalam pernyataannya, Gilmour, yang kini berusia 32 tahun, mendesak agar kemajuan lebih luas dapat terjadi di wilayah yang masih menghadapi diskriminasi dan stigma terhadap komunitas tersebut.
Gilmour menyampaikan pandangannya di New Delhi, India, setelah sesi latihan di Stadion Indoor Indira Gandhi, tempat berlangsungnya kejuaraan bulu tangkis dunia yang dimulai pada hari Senin. Menanggapi pertanyaan dari AFP, ia mengatakan, “Saya sangat ingin melihat hal itu terjadi.”
Pengalaman di New Delhi
Selama berada di India, Gilmour dan rekan-rekannya dari tim Skotlandia, yang juga merupakan bagian dari komunitas LGBTQ, merasa dihargai saat menginap di sebuah hotel yang menampilkan simbol-simbol kebanggaan LGBTQ. Ia menjelaskan, “Hotel tempat kami menginap memiliki patung gajah LGBTQ raksasa di lobi dan semua staf mengenakan pin bendera LGBTQ.”
Ia menambahkan, “Bagi sebagian besar orang yang menginap di hotel, hal itu mungkin tidak akan terlalu diperhatikan atau tidak terlalu penting. Tapi bagi saya... ini sedikit melegakan karena kami tahu bahwa kami tidak akan diperlakukan berbeda.”
Prestasi dan Harapan untuk Masa Depan
Asia dikenal sebagai pusat olahraga bulu tangkis, melahirkan banyak atlet terkenal, namun atlet gay yang terbuka masih tergolong jarang. Gilmour tiba di India dengan semangat tinggi setelah meraih gelar terbesar dalam kariernya pada bulan April, di mana ia mengalahkan Line Hojmark Kjaersfeldt dari Denmark dengan skor 21-17, 21-15, menjadi juara tunggal putri Eropa pertama dari Skotlandia.
Gelar ini mengakhiri serangkaian kegagalan yang dialaminya selama bertahun-tahun, di mana ia sebelumnya lima kali menjadi runner-up di Kejuaraan Eropa dan meraih medali perak di Commonwealth Games 2014. Ia mengungkapkan, “Saya rasa sebagian besar karier saya telah dikenang karena medali perak, dan hampir saja, dan hampir saja.”
Gilmour menambahkan, “Tapi menurut saya, memiliki sesuatu yang pasti di CV saya itu sangat bagus, dan saya bisa mengatakan bahwa saya adalah juara Eropa.” Ia juga menjelaskan betapa pentingnya gelar tersebut mengingat tradisi bulu tangkis yang sederhana di Skotlandia, yang memiliki populasi sekitar 5,5 juta jiwa. “Kami adalah populasi yang sangat kecil, jadi bagi kami ini benar-benar permainan angka,” ujarnya, seraya menunjukkan inisiatif akar rumput di negaranya untuk meningkatkan partisipasi dalam olahraga ini.
Gilmour berharap kemenangannya dapat menginspirasi generasi baru pemain bulu tangkis. “Kemenangan saya di kejuaraan Eropa mungkin menjadi batu loncatan untuk sesuatu yang lebih besar bagi bulu tangkis Skotlandia,” tutupnya.