Ketegangan di ruang ganti Real Madrid dilaporkan semakin meningkat setelah pemecatan Xabi Alonso. Keputusan tersebut memicu perpecahan di antara para pemain, di mana sebagian mendukung pemecatan Alonso, sementara yang lain merasa tidak setuju dengan keputusan tersebut.
Insiden Latihan yang Memanas
Dua pemain kunci, Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde, dilaporkan terlibat dalam konflik saat sesi latihan. Menurut laporan, keduanya terlibat dalam debat yang cukup sengit, di mana Valverde menolak untuk berjabat tangan dengan Tchouameni. Ketegangan ini memuncak ketika Valverde bermain kasar terhadap Tchouameni. Akibatnya, Tchouameni marah dan memukul Valverde setelah latihan di ruang ganti, yang membuat Valverde harus dilarikan ke rumah sakit akibat pukulan tersebut.
Penyelidikan dan Reaksi Pihak Klub
Real Madrid kini tengah melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut, dan sanksi bagi Tchouameni serta Valverde sedang menanti. Kejadian ini dianggap sebagai puncak dari ketegangan yang telah berlangsung lama di ruang ganti. Menurut laporan, pemecatan Alonso setelah kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol pada bulan Januari lalu menjadi penyebab awal dari perpecahan ini. Alonso hanya menjabat sebagai pelatih selama setengah musim sebelum dipecat.
Pemecatan Alonso juga dikabarkan dipicu oleh ketidakpuasan beberapa pemain bintang terhadap mantan pelatih Bayer Leverkusen tersebut, meskipun ada juga pemain lain yang masih percaya padanya. Alonso kemudian digantikan oleh Alvaro Arbeloa, yang saat ini dianggap tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan situasi di ruang ganti setelah insiden antara Tchouameni dan Valverde.
Pihak manajemen klub, termasuk CEO Jose Angel Sanchez dan Presiden Florentino Perez, dilaporkan merasa kecewa dengan Arbeloa karena tidak mampu mencegah terjadinya insiden tersebut. Bahkan, Perez menyebut para pemain El Real sebagai tidak dewasa dan berperilaku seperti anak-anak.