Logo
Berita Olahraga

Kontingen Indonesia Berjuang di Olimpiade Catur 2026

Kontingen Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan peringkat mereka di Olimpiade Catur 2026 yang berlangsung di Samarkand, Uzbekistan. Dengan babak terakhir yang tersisa, harapan untuk meraih hasil...

A
Atha Aziz
26 September 2026 24 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
Pecatur putri Indonesia tengah bertanding di Olimpiade Catur 2026(Dokumentasi PB Percasi)
Pecatur putri Indonesia tengah bertanding di Olimpiade Catur 2026(Dokumentasi PB Percasi)

Kontingen Indonesia sedang berjuang untuk mencapai target perbaikan peringkat dalam ajang Olimpiade Catur 2026 yang diadakan di Samarkand, Uzbekistan. Setelah menyelesaikan babak kesembilan pada Jumat, 25 September 2026, posisi kontingen Indonesia menunjukkan persaingan yang semakin ketat. Sekretaris Jenderal PB Percasi, Nanang Pujalaksana, memberikan motivasi agar seluruh atlet tetap fokus dalam pertandingan.

Hingga babak ke-9, tim putri Indonesia berada di peringkat ke-9 dari 189 negara, sementara tim putra menempati posisi ke-36 dari 206 negara. Dengan babak terakhir yang tersisa, peluang Indonesia untuk memperbaiki dan mempertegas posisi akhir masih terbuka lebar. "Saat ini menyisakan babak terakhir dan masih besar harapan untuk meningkatkan posisi peringkat," ujar Nanang Pujalaksana dalam keterangan tertulis.

Harapan untuk Meningkatkan Peringkat

Nanang berharap semangat juang para pecatur Tanah Air tidak akan pudar. Poin yang diperoleh di babak-babak krusial ini akan sangat berpengaruh terhadap posisi akhir Indonesia di tabel klasemen dunia serta persaingan di kategori seed. "Perjuangan tim Indonesia belum berakhir, masih ada babak terakhir yang tentunya Indonesia masih berpotensi untuk memperbaiki peringkat, bahkan memungkinkan bisa juara di kategori atau Seed B. Untuk secara keseluruhan, kita masih berpotensi memperbaiki peringkat," ucap Nanang. "Mudah-mudahan kita bisa meraih hasil maksimal pada peringkat 20 besar, itu harapan kita," jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Umum PB Percasi, Agustiar Sabran, berharap bahwa usaha para atlet di Olimpiade kali ini dapat menghasilkan hasil yang positif dan menciptakan sejarah baru. "Ini waktunya tim catur Indonesia bisa menorehkan sejarah baru, meski saya tidak bisa mendampingi namun saya terus memantau dan mendoakan yang terbaik untuk tim," kata Agustiar yang juga menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Tengah.

Pencapaian Indonesia di Olimpiade Catur

Partisipasi Indonesia dalam Olimpiade Catur di Samarkand 2026 ini sekaligus menegaskan sejarah panjang keterlibatan Indonesia dalam dunia catur. Sejak pertama kali berpartisipasi pada Olimpiade Catur 1960 di Leipzig, Jerman Timur, setelah resmi bergabung dengan FIDE, edisi 2026 merupakan keikutsertaan ke-28 bagi Tim Putra Indonesia. Sepanjang sejarahnya, tim putra hanya empat kali absen, yaitu pada tahun 1964 dan 1976 karena isu politik lokasi penyelenggaraan di Israel, serta tahun 1968 dan 1998 akibat dinamika politik domestik.

Untuk Tim Putri Indonesia, ajang tahun ini menjadi partisipasi mereka yang ke-20 sejak penampilan perdana pada tahun 1982 di Lucerne, Swiss. Sejarah mencatat bahwa Indonesia memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan di Olimpiade Catur. Secara beregu, pencapaian tertinggi Tim Putra diraih pada Olimpiade 1986 di Dubai dengan menduduki peringkat ke-19 dari 108 negara. Sedangkan, Tim Putri mencatatkan rekor terbaiknya pada Olimpiade 1996 di Yerevan, Armenia, dengan meraih peringkat ke-11 dari 74 negara.

Secara individu, para pecatur Tanah Air juga telah berulang kali menyumbang medali dan gelar bergengsi, seperti medali perak Papan 2 oleh GM Utut Adianto (Dubai 1986) serta medali emas Papan 1 (Istanbul 2000). Selain itu, GM Cerdas Barus berhasil meraih emas Papan 3 (Bled 2002). Pada Olimpiade 2004 di Mallorca, Spanyol, Susanto Megaranto berhasil menyegel gelar Grandmaster bersamaan dengan keberhasilan WGM Irene Kharisma Sukandar meraih medali perak Papan 3.

Artikel Terkait