Logo
Sepakbola

Kritik Pedas untuk Argentina: Legenda MU Sebut Tim Tango Memalukan

Dua mantan pemain Manchester United, Paul Scholes dan Nicky Butt, mengungkapkan ketidakpuasan mereka terhadap penampilan Argentina di Piala Dunia 2026, terutama setelah insiden di laga final.

D
Dharma Kusuma
21 July 2026 30 pembaca
Lionel Messi
Lionel Messi

Jakarta - Paul Scholes dan Nicky Butt, dua mantan bintang Manchester United, menyatakan ketidakpuasan mereka terhadap performa tim nasional Argentina dalam Piala Dunia 2026. Mereka menyoroti insiden yang dianggap memalukan di laga final, di mana Argentina kalah 0-1 dari Spanyol.

Pertandingan puncak tersebut diwarnai oleh keributan, termasuk tekel keras dari Enzo Fernandez, tindakan Leandro Paredes yang mencengkeram Eric Garcia, serta dorongan kepada Gavi. Selain itu, Molina juga terlibat dalam insiden saat peluit akhir berbunyi dengan memukul dada Rodri.

Kritik atas Perilaku Pemain Argentina

Scholes dan Butt sepakat bahwa permainan Argentina di final sangat mengecewakan. Scholes menyatakan, "Argentina memalukan. Mereka ribut-ribut di laga final." Butt menambahkan, "Apalagi ketika ada pemain yang memukul dada Rodri." Ia juga menceritakan pengalaman pribadinya di lapangan, "Saya pernah ribut-ribut di lapangan, ditekel, ditendang, ditampar. Tapi ketika ada pemain yang berlari di depannya lalu dipukul dadanya, itu sangat pengecut."

Tanpa Messi, Argentina Jadi Tim yang Dibenci?

Kedua legenda tersebut menilai bahwa permainan kasar Argentina mencerminkan sisi gelap sepakbola. Mereka berpendapat bahwa tanpa kehadiran Lionel Messi, yang sangat dicintai banyak orang, Argentina akan menjadi tim yang paling dibenci. Butt menyindir, "Jika tiada Messi di tim mereka, mereka akan jadi tim yang paling dibenci." Scholes menambahkan, "Argentina seharusnya bisa memainkan sepakbola yang baik, tapi mereka justru memalukan dan buruk di laga final."

Insiden di final ini juga menarik perhatian FIFA, yang kini melakukan investigasi terkait keributan antara Spanyol dan Argentina.

Artikel Terkait