Logo
Sepakbola

Kritik Terhadap Rencana Penjualan Saham Piala Dunia, Infantino Berikan Janji Dana

FIFA menghadapi penolakan atas rencana penjualan saham Piala Dunia dan turnamen besar lainnya, sementara Presiden FIFA, Gianni Infantino, menawarkan dana untuk meredakan kritik tersebut.

E
Elvira Adhitama
30 July 2026 11 pembaca
Foto: REUTERS/Agustin Marcarian
Foto: REUTERS/Agustin Marcarian

FIFA kini tengah berada dalam sorotan setelah mengumumkan rencana untuk menjual saham dari Piala Dunia dan turnamen besar lainnya. Dalam menghadapi berbagai kritik, Presiden FIFA, Gianni Infantino, memberikan tanggapan dengan menawarkan janji dana yang signifikan.

Rencana tersebut mencakup pembentukan badan baru yang dikenal sebagai FIFA Forward Enterprise (FFE) yang akan mengelola bisnis baru ini. Setiap anggota FIFA diharapkan akan menjadi pemegang saham, bersama dengan investor swasta yang berasal dari lembaga keuangan besar di seluruh dunia.

Respon Kecaman dari Anggota FIFA

Namun, rencana komersialisasi Piala Dunia ini langsung mendapatkan kecaman dari banyak anggota FIFA, termasuk UEFA. Banyak yang mempertanyakan implikasi dari penjualan saham Piala Dunia, yang dapat mengubah turnamen menjadi aset bagi investor dan meningkatkan fokus pada keuntungan, sesuatu yang sudah mulai terasa saat ini.

Selain itu, ada kekhawatiran mengenai bagaimana investor akan memengaruhi keputusan terkait Piala Dunia. Meskipun FIFA menegaskan bahwa investor tidak akan memiliki kendali atas keputusan sepak bola, masih ada keraguan mengenai kemungkinan pengaruh mereka terhadap keputusan yang diambil.

Anggota FIFA juga mengungkapkan keprihatinan mengenai jadwal sepak bola yang semakin padat dan dampaknya terhadap para pemain, serta kurangnya transparansi dalam proses konsultasi mengenai rencana ini.

Janji Dana dari Infantino

Menanggapi kritik yang terus mengalir, Gianni Infantino mengeluarkan tawaran yang terduga: dana sebesar 40 juta dolar Amerika Serikat, sekitar Rp 723,2 miliar, yang akan diberikan kepada seluruh 211 anggota FIFA dengan label uang pengembangan sepak bola.

Infantino, baik secara sadar atau tidak, telah menjadikan situasi ini sebagai cara untuk membeli dukungan. Mengingat pemilihan presiden FIFA yang akan berlangsung pada Maret 2027, banyak yang menganggap langkah ini sebagai bagian dari kampanye pemilihan.

"Ini tak terlihat seperti reformasi. Ini seperti kampanye pemilihan yang didanai dengan masa depan sepak bola," ungkap Presiden LaLiga, Javier Tebas. Ia menambahkan bahwa pengembangan sepak bola tidak seharusnya digunakan untuk membeli atau membungkam suara, dan bahwa kompetisi serta hak komersial FIFA bukanlah milik pribadi Infantino.

Lebih lanjut, Tebas menegaskan, "Siapapun yang mencampur politik, disiplin, uang, dan kekuasaan tanpa transparansi tak bisa memimpin apapun. Infantino itu bukan solusi atas tata kelola FIFA. Dia itu masalahnya."

Artikel Terkait