Kylian Mbappe kini berada dalam posisi berisiko kehilangan pendapatan setelah tiga perusahaan asal China memutuskan untuk menghentikan kerjasama komersial dengan dirinya. Keputusan ini diambil setelah sebuah video yang menampilkan Mbappe membahas meme terkait Mao Zedong menjadi viral di media sosial. Ketiga perusahaan tersebut, yaitu Dongpeng Beverage, Mengniu, dan Milkground, mengumumkan penghentian kerjasama ini pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Akibat dari kontroversi ini, Mbappe mungkin akan diminta untuk mengembalikan dana sponsor yang telah diterima atau membayar penalti jika terbukti melanggar ketentuan kontrak. Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai jumlah ganti rugi yang mungkin harus dibayarkan oleh Mbappe. Kontroversi ini juga berdampak pada dunia sepak bola Spanyol, di mana lembaga penyiaran China menghentikan penayangan pertandingan La Liga yang melibatkan penyerang Real Madrid tersebut.
Potensi Kerugian Finansial yang Besar
Pendapatan tahunan Mbappe diperkirakan mencapai 100 juta dollar AS, dengan sekitar 30 juta dollar AS berasal dari sponsor dan kegiatan komersial lainnya. Salah satu kerjasama komersial yang signifikan adalah dengan Nike, yang diperkirakan menghasilkan lebih dari 20 juta dollar AS per tahun. Meskipun nilai kontrak Mbappe dengan Dongpeng Beverage, Mengniu, dan Milkground tidak diungkapkan secara resmi, beberapa laporan menyebutkan bahwa total potensi pendapatan dari ketiga kontrak tersebut bisa mencapai antara tiga hingga enam juta dollar AS per tahun.
Ketiga perusahaan tersebut menegaskan bahwa mereka tidak akan mentolerir pernyataan yang dianggap menyakiti perasaan masyarakat China. Mereka menyatakan, "Kami dengan tegas menentang dan tidak memberikan toleransi sama sekali terhadap segala perkataan atau tindakan yang menyakiti perasaan rakyat China."
Dampak pada Kerja Sama dan Siaran Liga Spanyol
Risiko finansial Mbappe tidak hanya terbatas pada hilangnya pendapatan sponsor. Ia juga dapat diminta untuk mengembalikan pembayaran yang telah diterima, membayar penalti kontrak, atau mengganti biaya promosi yang dianggap merugikan perusahaan. Pengacara Chu Xue dari Beijing Strategy Law Firm menjelaskan bahwa kontrak iklan biasanya mencakup klausul perlindungan citra merek, yang memberikan hak kepada perusahaan untuk mengakhiri kerjasama jika duta merek melanggar kewajiban yang telah disepakati.
Kontroversi ini juga berimbas pada penayangan Liga Spanyol di China. Lembaga penyiaran CCTV dilaporkan menghentikan siaran pertandingan Liga Spanyol setelah masalah ini muncul. Presiden La Liga, Javier Tebas, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat China, menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik dengan penggemar dan klub-klub yang terlibat dalam kompetisi.
Nilai hak siar Liga Spanyol di China pernah mencapai 50 juta euro per musim. Pada tahun 2015, Suning Group melalui PPTV memperoleh hak siar Liga Spanyol selama lima musim dengan nilai total 250 juta euro. Pada Agustus 2026, La Liga menandatangani kesepakatan dengan China Mobile Migu untuk menayangkan seluruh pertandingan selama empat musim. Meskipun penghentian siaran oleh CCTV tidak otomatis berarti pembatalan kontrak dengan China Mobile Migu, namun ini tetap menjadi perhatian serius bagi Liga Spanyol.