Kompetisi Championship 2026/27 akan resmi dibuka dengan pertandingan antara PSIS Semarang dan PSPS Pekanbaru pada tanggal 11 September mendatang. Format kompetisi ini tidak mengalami banyak perubahan, hanya terdapat beberapa modifikasi kecil.
Keputusan mengenai kickoff, format kompetisi, dan timeline diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Utama Indonesia (PT LUI) yang berlangsung di Jakarta pada hari Senin, 24 April 2026. PT LUI merupakan operator baru yang dibentuk oleh I.League (PT Liga Indonesia Baru) untuk mengelola Championship. Salah satu perubahan yang terjadi adalah lokasi babak playoff yang akan dilaksanakan di venue netral yang ditentukan oleh PT LUI.
Format Kompetisi yang Konsisten
General Manager I.League, Budiman Dalimunthe, menjelaskan bahwa format kompetisi tetap sama. "Jadi kan dari 20 klub masih sama, dibagi dua grup, dua wilayah. Masih dengan juara grup masing-masing itu lolos ke Super League dan nanti bertanding di tempat yang netral untuk playoff," ujarnya. Ia menambahkan bahwa penentuan playoff masih berdasarkan poin, namun ada perubahan untuk peringkat kedua yang akan ditentukan di lokasi netral, bukan berdasarkan poin.
Jumlah pertandingan juga tetap sama, yaitu 273 pertandingan dengan sistem triple round-robin setelah double round-robin. "Jadi kalau yang peringkatnya di atas dia 5 kali home, 4 kali away. Kalau yang lainnya kan sama, 9 double round-robin-nya sama, 9 kali home, 9 kali away," jelas Budiman.
Alasan Pemilihan Laga Pembuka
Tidak ada alasan khusus yang diungkapkan untuk memilih PSIS melawan PSPS sebagai laga pembuka musim depan, mengingat kedua klub ini tidak berhasil bersaing untuk tiket promosi pada musim lalu. Namun, PSIS dipilih karena memiliki stadion yang megah. Stadion Jatidiri di Semarang dinilai sebagai salah satu yang terbaik di antara stadion-stadion lain dalam Championship.
Budiman menambahkan, "Kick-off 11 September. Terpilih pertandingannya PSIS lawan PSPS dengan kriteria bahwa premium stadium, jadi stadion yang dianggap terbaik di antara stadion-stadion lain yang terbaik. Kemudian aspek komersialnya juga memadai dan ada aspek lain yang dipertimbangkan." Ia juga menegaskan bahwa keputusan ini telah disetujui dalam RUPS oleh para pemilik saham.
Selain itu, PT Liga Utama Indonesia (LUI) juga akan mengelola kompetisi Elite Pro Academy (EPA) yang merupakan gabungan antara Super League dan Championship.