Logo
Raket

Lakshya Sen Terhenti di Babak 32 Besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026

Lakshya Sen mengalami kekalahan mengejutkan di babak kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2026, setelah bertanding melawan Garret Tan di New Delhi.

E
Elvira Adhitama
20 August 2026 22 pembaca
Lakshya Sen/[Foto:Sportstar]
Lakshya Sen/[Foto:Sportstar]

Pada saat Garret Tan meminta waktu istirahat medis dengan keunggulan 17-15 di set penentu, tampaknya Lakshya Sen akan mendapatkan keberuntungan yang sangat dibutuhkan. Namun, kenyataannya berbeda, pemain muda asal Amerika yang berusia 18 tahun dengan latar belakang Taiwan itu justru melanjutkan permainan dengan smash yang mengesankan, meraih kemenangan terbesar dalam kariernya dengan skor 19-21, 21-19, 21-17 dalam waktu satu jam 13 menit di babak kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF yang berlangsung di Stadion Indoor Indira Gandhi, New Delhi, pada hari Rabu.

Setelah berhasil melewati pertandingan babak pertama dengan hasil yang kurang meyakinkan, Lakshya Sen, yang menduduki peringkat 14 dunia dan merupakan mantan peraih medali perunggu, diharapkan dapat menjalani pertandingan yang lebih mudah melawan Tan yang berada di peringkat 92 dunia. Namun, pada hari yang sama ketika Ayush Shetty menghadapi pertandingan yang lebih ringan dibandingkan sesi latihannya dan PV Sindhu dengan mudah melaju ke babak 16 besar, Lakshya justru menemui kesulitan melawan lawan yang tidak memberinya ruang untuk berkembang.

Perjuangan di Lapangan

Pertandingan ini sangat penting baik dari segi mental maupun teknik bermain, dengan Tan memimpin di setiap gim meskipun Lakshya mengalami kesulitan. Tan, yang merupakan mantan pemain Junior Nomor 1 Dunia, menunjukkan kekuatan luar biasa dalam pukulan overhead dan smash menyilang yang sering kali membuat Lakshya terjebak di tengah lapangan. Selain itu, Tan juga menunjukkan performa yang mengesankan dengan pukulan drop shot-nya, meskipun Lakshya berhasil unggul dan merebut gim pertama.

Di gim kedua, Lakshya memimpin 11-8, namun Garret Tan memanfaatkan kesalahan lawannya di dekat net dengan melakukan pukulan-pukulan tinggi ke belakang lapangan. Setiap kali Lakshya berusaha mendapatkan pijakan, Tan melepaskan pukulan-pukulan keras yang sulit ditangkis. Tan melaju hingga unggul 11-4 pada jeda pertengahan di game penentu, dan tampaknya semua harapan telah sirna bagi Lakshya Sen sebelum ia memanfaatkan dukungan penonton untuk mendekati kemenangan. Namun, setelah Garret meminta time out, serangkaian smash yang dilakukan Tan mengakhiri harapan Lakshya untuk melanjutkan ke babak selanjutnya.

Kekalahan yang Menyakitkan

Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Lakshya Sen, yang diharapkan dapat bangkit dan memperbaiki performanya di turnamen mendatang. Meskipun hasil ini mengecewakan, pengalaman bertanding melawan pemain yang lebih muda dan berbakat seperti Garret Tan akan menjadi modal penting bagi Lakshya dalam perjalanan kariernya ke depan.

Artikel Terkait