Mantan juara dunia kelas berat, Larry Holmes, menegaskan bahwa ia layak disebut sebagai petinju terbaik sepanjang masa. Holmes berpendapat bahwa pencapaiannya selama menjadi juara dunia lebih patut mendapatkan pengakuan dibanding sejumlah legenda lainnya, termasuk Muhammad Ali.
Holmes dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah tinju kelas berat. Petinju yang dijuluki The Easton Assassin ini meraih gelar juara dunia WBC pada tahun 1978 setelah mengalahkan Ken Norton, dan ia mendominasi divisi kelas berat selama lebih dari tujuh tahun. Selama masa kejayaannya, Holmes berhasil melakukan hampir 20 kali pertahanan gelar juara dunia kelas berat, menjadikannya salah satu juara dengan masa pemerintahan terpanjang, hanya kalah dari Joe Louis yang memegang rekor pertahanan gelar terbanyak.
Kemenangan Kontroversial Melawan Muhammad Ali
Salah satu momen paling diingat dalam karier Holmes adalah saat ia bertanding melawan Muhammad Ali pada bulan Oktober 1980. Dalam pertarungan tersebut, Holmes keluar sebagai pemenang melalui penghentian wasit setelah tim Ali memutuskan untuk menghentikan pertarungan menjelang ronde ke-11. Pertarungan ini hingga kini masih menjadi bahan perdebatan karena banyak yang berpendapat bahwa kondisi fisik Ali sudah menurun saat itu.
Walaupun demikian, Holmes merasa bahwa pencapaiannya setelah mengalahkan Ali sering kali diabaikan. Ia mengungkapkan, "Saya tidak pernah mendapat penghargaan sebesar yang diterima Mike Tyson. Padahal saya melakukan hampir 20 kali pertahanan gelar, sementara Tyson hanya beberapa kali sebelum akhirnya kalah," saat berbicara kepada Sky Sports.
Pencapaian yang Sering Diabaikan
Holmes juga menyoroti betapa lamanya ia mempertahankan statusnya sebagai juara dunia. "Saya menjadi juara dunia selama tujuh setengah tahun. Orang-orang seolah tidak ingin mengakuinya. Muhammad Ali juga tidak memiliki jumlah pertahanan gelar seperti yang saya lakukan. Hanya Joe Louis yang mampu memegang gelar lebih lama dari saya, sedangkan rekor tak terkalahkan seperti milik saya saat itu hanya dimiliki Rocky Marciano," jelasnya.
Tanpa ragu, Holmes menyatakan dirinya sebagai petinju kelas berat terbaik sepanjang masa. "Mengapa Muhammad Ali selalu disebut yang terhebat? Dia boleh mengatakan dirinya yang terbaik, orang lain juga boleh berpendapat demikian. Tetapi saya tahu kenyataannya berbeda. Menurut saya, sayalah yang terbesar," tegasnya.
Larry Holmes mengakhiri karier profesionalnya pada tahun 2002 dengan catatan 69 kemenangan dan enam kekalahan. Selain mengalahkan Ali, ia juga pernah bertanding melawan sejumlah nama besar lainnya seperti Ken Norton, Gerry Cooney, Evander Holyfield, Mike Tyson, dan Oliver McCall, menjadikannya salah satu petinju paling berpengaruh dalam era modern kelas berat.