Las Vegas Aces berupaya untuk bangkit setelah memulai musim dengan hasil yang tidak memuaskan, ketika mereka menghadapi Los Angeles Sparks pada pertandingan WNBA yang berlangsung pada Minggu (10/5) waktu setempat, atau Senin pagi WIB. Tim juara bertahan ini datang dengan bekal kekalahan menyakitkan 66-99 dari Phoenix Mercury pada laga pembuka musim sehari sebelumnya, yang menjadi salah satu hasil terburuk dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam pertandingan melawan Phoenix, Aces menunjukkan performa yang mengecewakan, terutama dalam aspek pertahanan, di mana mereka membiarkan lawan mencetak poin secara beruntun pada kuarter kedua dan ketiga. Pelatih Becky Hammon mengungkapkan kritik terhadap penampilan timnya setelah pertandingan, menyatakan, “Saya rasa kami belum berada dalam kondisi fisik yang cukup baik untuk bermain di level yang kami butuhkan.” Ia juga menambahkan, “Pertahanan kami terlihat seperti tidak pernah dilatih, padahal kami melakukannya setiap hari di latihan.”
Disiplin dan Detail Permainan
Hammon menyoroti kurangnya disiplin dalam tim dalam menjalankan detail permainan yang selama ini menjadi kekuatan Aces. “Hal-hal kecil yang biasanya menjadi pembeda tidak kami lakukan. Sampai kami memutuskan untuk menjalankannya dengan benar, kami akan terus kalah seperti ini,” katanya. Masalah pertahanan menjadi perhatian utama bagi Aces, terutama setelah Phoenix berhasil mencetak 11 dari 24 percobaan tembakan tiga angka dalam pertandingan sebelumnya. Musim lalu, Las Vegas dikenal sebagai salah satu tim dengan pertahanan perimeter terbaik di WNBA, hanya membiarkan lawan mencetak 31,6 persen dari tembakan tiga angka.
Selain masalah pertahanan, Aces juga kesulitan dalam menemukan konsistensi dalam serangan, kecuali dari kontribusi A’ja Wilson. Pemain yang telah meraih gelar MVP WNBA sebanyak empat kali ini mencetak 19 poin saat melawan Mercury, sementara Jackie Young menambah 12 poin. Las Vegas berharap dapat segera menemukan ritme permainan saat menghadapi Sparks, yang musim lalu memiliki catatan pertahanan terburuk di liga dengan rata-rata kebobolan 88,2 poin per pertandingan dan menjadi tim yang paling banyak kebobolan tembakan tiga angka.
Kedatangan Nneka Ogwumike
Sparks kini datang dengan susunan tim yang berbeda dibandingkan musim lalu. Salah satu tambahan penting adalah veteran forward Nneka Ogwumike, yang merupakan MVP WNBA 2016 dan baru saja bergabung setelah bermain untuk Seattle Storm. Kehadiran Ogwumike diharapkan dapat meningkatkan ambisi Los Angeles untuk bersaing di papan atas. Kelsey Plum, guard Sparks yang sebelumnya membantu Las Vegas meraih gelar juara pada 2022 dan 2023 sebelum pindah ke Los Angeles, menyatakan bahwa kedatangan Ogwumike adalah perubahan besar bagi tim. “Saat Nneka bergabung musim ini, saya merasa visi yang saya lihat terhadap tim ini mulai dipahami semua orang,” ujarnya.
Musim lalu, Ogwumike mencetak rata-rata 18,3 poin dan tujuh rebound per pertandingan bersama Seattle. Kini, ia bergabung dengan lini depan Sparks yang juga diperkuat oleh Dearica Hamby, mantan pemain Aces yang mencatatkan rata-rata 18,4 poin dan 7,9 rebound pada 2025. Selain itu, Los Angeles masih memiliki Cameron Brink, pilihan nomor dua dalam draft WNBA 2024, yang dikenal sebagai pemain bertahan yang menjanjikan, meskipun Brink masih berusaha menemukan konsistensi setelah mengalami cedera di dua musim pertamanya. Dalam 34 pertandingan di WNBA, Brink mencatatkan rata-rata 6,1 poin dan 4,8 rebound per pertandingan.
Pertandingan melawan Sparks menjadi kesempatan penting bagi Las Vegas Aces untuk segera memperbaiki performa mereka sebelum tekanan semakin meningkat di awal musim.