Lee Zii Jia mengalami kemunduran dalam upayanya untuk memperbaiki peringkat dan performanya setelah tersingkir di babak pertama turnamen Super 500 Australia Open 2026 yang berlangsung di Sydney pada hari Rabu. Pemain peringkat 64 dunia ini kalah dengan skor 21-13, 24-22 dari Lee Chia Hao, pemain Taiwan yang berada di peringkat 34 dunia, di Quaycentre, mengakhiri harapan awal yang menjanjikan bagi pemain asal Malaysia tersebut.
Dalam perjalanan menuju babak utama, Lee Zii Jia harus melewati dua pertandingan kualifikasi yang cukup menantang pada hari Selasa, di mana ia berhasil mengalahkan Shogo Ogawa dan Riki Takei dari Jepang. Namun, kurang dari 24 jam setelah pertandingan tersebut, terlihat jelas dampak fisik yang dialaminya saat melawan Chia Hao. Kekalahan ini terasa lebih menyakitkan, mengingat Chia Hao datang ke Sydney dengan kepercayaan diri yang rendah, setelah mengalami sembilan kekalahan di babak pertama dari sebelas turnamen sebelumnya musim ini.
Kenangan Manis di Sydney
Hasil ini sangat mengecewakan bagi Lee Zii Jia, yang kembali ke Sydney dengan membawa kenangan indah. Di tempat yang sama, pada tahun 2024, ia meraih gelar Australian Open setelah mengalahkan Chia Hao di semifinal sebelum akhirnya mengangkat trofi. Gelar tersebut tetap menjadi satu-satunya trofi World Tour yang ia miliki. Sayangnya, Lee Zii Jia tidak dapat mempertahankan gelarnya tahun lalu karena cedera, sehingga penampilan kali ini menjadi kembalinya ia ke Australian Open setelah kemenangan yang tak terlupakan tersebut.
Pemain bulu tangkis independen ini sengaja melewatkan Malaysia Masters bulan lalu meskipun telah lolos ke babak utama, untuk fokus pada empat turnamen berturut-turut yang mencakup Macau Open, US Open, dan Canada Open. Rangkaian turnamen ini dianggap sebagai kesempatan penting bagi peraih medali perunggu Olimpiade untuk memperbaiki posisinya setelah terlempar dari 60 besar dunia akibat cedera yang berkepanjangan.
Tantangan yang Dihadapi Lee Zii Jia
Meskipun menunjukkan tanda-tanda positif selama kampanye Piala Thomas Malaysia di Denmark, di mana ia tetap tak terkalahkan, Zii Jia masih kesulitan untuk meraih kemenangan beruntun di Tur Dunia. Kekalahan terbarunya menyoroti tantangan utama yang dihadapi mantan juara All England ini dalam usaha untuk kembali ke peringkat teratas. Berbeda dengan pemain berperingkat lebih tinggi yang langsung masuk ke babak utama, Lee Zii Jia sering kali harus melewati babak kualifikasi, yang mengharuskannya bermain lebih banyak pertandingan sebelum turnamen dimulai.
Rute yang penuh tantangan ini telah menjadi tema yang berulang dalam beberapa bulan terakhir, di mana ia sering kali harus mengeluarkan banyak energi hanya untuk mencapai babak utama sebelum menghadapi lawan yang lebih bugar dan berperingkat lebih tinggi.