Logo
Olahraga Lain

Lennox Lewis: Petinju Terhebat yang Tak Tertandingi, Bahkan di Masa Muhammad Ali

Hasim Rahman menganggap Lennox Lewis sebagai petinju kelas berat terbaik sepanjang masa, bahkan lebih unggul dibandingkan legenda seperti Muhammad Ali. Kualitas dan teknik bertarung Lewis dinilai sang...

S
Surya Kirana
23 July 2026 14 pembaca
Lennox Lewis
Lennox Lewis

Hasim Rahman dikenal sebagai salah satu petinju yang menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah tinju kelas berat. Pada bulan April 2001, ia berhasil mengalahkan Lennox Lewis pada ronde kelima, merebut gelar juara dunia WBC dan IBF dalam sebuah hasil yang mengejutkan banyak pihak. Saat itu, banyak yang berpendapat bahwa Lewis tidak melakukan persiapan yang optimal. Petinju asal Inggris ini memilih untuk berlatih di Las Vegas meskipun pertarungan berlangsung di Afrika Selatan. Selain itu, ia juga hanya memiliki waktu singkat untuk beradaptasi dengan kondisi dataran tinggi yang diyakini berdampak pada performanya.

Namun, Lewis menunjukkan kualitasnya dalam pertandingan ulang beberapa bulan setelahnya. Ia tampil jauh lebih dominan dan berhasil merebut kembali gelarnya dengan menghentikan Rahman pada ronde keempat. Meskipun pernah kalah dari Rahman, ia tetap menilai Lewis sebagai petinju kelas berat terbaik sepanjang sejarah. Dalam sebuah wawancara dengan BBC Radio 5 Live, Rahman menyatakan bahwa kemampuan Lewis membuatnya mampu bersaing di era manapun.

Kemampuan Tak Tertandingi

Rahman mengungkapkan, "Sulit bagi saya menempatkan orang lain di atas Lennox Lewis. Di era mana pun, saya benar-benar tidak tahu siapa yang bisa mengalahkannya." Ia juga berpendapat bahwa legenda-legenda seperti Muhammad Ali, Jack Dempsey, dan Rocky Marciano akan mengalami kesulitan menghadapi Lewis, terutama karena perbedaan ukuran dan gaya bertarung. "Mereka terlalu kecil. Muhammad Ali saja secara ukuran kalah besar dari George Foreman pada masanya. Jadi bagaimana dia menghadapi Lennox yang jauh lebih besar, mampu bergerak lincah, dan sangat cerdas memanfaatkan jangkauan pukulannya?" tambahnya.

Karier Gemilang Lennox Lewis

Rahman mengakui bahwa perbandingan antara petinju dari generasi yang berbeda selalu bersifat subjektif. Namun, ia meyakini bahwa kombinasi ukuran tubuh, teknik, dan kecerdasan bertarung menjadikan Lewis sosok yang sangat sulit ditandingi. Lennox Lewis sendiri memiliki karier yang sangat mengesankan. Ia tercatat sebagai juara dunia kelas berat tiga kali dan menjadi juara dunia tak terbantahkan setelah mengalahkan Evander Holyfield pada tahun 1999. Status tersebut bertahan hingga Oleksandr Usyk kembali menyatukan seluruh sabuk utama pada tahun 2024.

Selain berhasil membalas kekalahannya dari Rahman, Lennox Lewis juga mencatatkan kemenangan penting melawan sejumlah nama besar seperti Mike Tyson dan Vitali Klitschko. Ia mengakhiri karier profesionalnya pada tahun 2003 dengan rekor 41 kemenangan, dua kekalahan, dan satu hasil imbang, serta dikenang sebagai salah satu petinju kelas berat paling lengkap dalam sejarah tinju modern.

Artikel Terkait