Malaysia harus mengikhlaskan impian mereka untuk menyaksikan perwakilan negara tersebut tampil di babak final Kejuaraan Bulu Tangkis Japan Open 2026. Pasangan ganda putra andalan, Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin Rumsani, mengalami kekalahan di semifinal beberapa waktu lalu.
Juara Indonesia Open 2026 itu tidak mampu mengatasi pasangan ganda putra nomor satu dunia dari Korea Selatan, Kim Won Ho dan Seo Seung Jae, dalam pertandingan yang berlangsung ketat selama tiga set. Mereka kalah dengan skor 12-21, 21-11, dan 13-21. Kekalahan ini menandai berakhirnya perjuangan Malaysia di Tokyo, memastikan tidak ada wakil nasional yang akan tampil di final yang dijadwalkan berlangsung besok.
Perjalanan Pertandingan yang Ketat
Sze Fei dan Izzuddin, sebagai satu-satunya perwakilan Malaysia yang masih bertahan di semifinal, memulai pertandingan dengan lambat. Mereka tertinggal 9-14 di set pertama sebelum pasangan Korea Selatan memanfaatkan momentum untuk mendominasi dan menutup set pertama dengan kemenangan 21-12.
Namun, pasangan peringkat dua dunia itu menunjukkan kualitas permainan mereka pada set kedua. Dengan strategi yang lebih agresif dan kontrol permainan yang baik, Sze Fei dan Izzuddin berhasil unggul 11-5 pada jeda, lalu melanjutkan dominasi mereka untuk meraih kemenangan 21-11, yang membawa pertandingan ke set penentu.
Kekalahan di Set Penentu
Sayangnya, momentum positif tersebut tidak berlanjut di set ketiga. Beberapa kesalahan sederhana di awal set membuat Kim Won Ho dan Seo Seung Jae memperlebar jarak. Mereka unggul 11-9 saat pergantian lapangan dan kemudian meningkatkan permainan di paruh kedua set untuk menutup tantangan Malaysia dengan kemenangan 21-13.
Meskipun gagal mencapai final Japan Open, pencapaian semifinal ini menunjukkan konsistensi Sze Fei dan Izzuddin, yang sebelumnya telah meraih gelar di Indonesia Open. Hal ini membuktikan bahwa mereka tetap menjadi salah satu pasangan ganda putra yang paling berbahaya di BWF World Tour musim ini. Kini, pasangan nasional ini diharapkan dapat memfokuskan perhatian mereka pada turnamen berikutnya, dengan misi untuk terus memperkuat posisi mereka di peringkat dunia dan meraih lebih banyak gelar menjelang akhir musim.