Milan - Paolo Maldini, yang pernah menjabat sebagai Direktur Teknik Federasi Sepakbola Italia (FIGC), mengungkapkan alasan di balik penolakan Pep Guardiola untuk melatih Timnas Italia. Menurut Maldini, Guardiola merasa kelelahan setelah lama membesut Manchester City.
FIGC mencari pelatih baru setelah Timnas Italia gagal mencapai putaran final Piala Dunia 2026, yang merupakan kegagalan ketiga berturut-turut di ajang tersebut. Guardiola awalnya menjadi kandidat utama setelah menyelesaikan sepuluh tahun kariernya di Manchester City.
Namun, Guardiola memilih untuk menolak tawaran tersebut. Mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich ini ingin mengambil waktu untuk beristirahat baik secara fisik maupun mental.
FIGC Mencari Alternatif
Setelah penolakan Guardiola, FIGC beralih kepada Andrea Pirlo, mantan pelatih Juventus. Namun, kerja sama ini hampir terjalin sebelum FIGC memutuskan untuk mundur karena Pirlo terlibat sebagai duta perusahaan taruhan olahraga asal Rusia. Keputusan ini membuat Maldini dan Leonardo, direktur FIGC lainnya, juga mundur dari proses pencarian pelatih.
Pernyataan Maldini
Maldini menyatakan bahwa FIGC hampir merekrut Guardiola, namun kelelahan menjadi faktor utama. "Karena kelelahan," ujarnya kepada Corriere della Sera. "Guardiola baru saja menyelesaikan sepuluh tahun yang sangat melelahkan di Premier League dan sempat menjalani operasi punggung. Dia ingin istirahat."
Dia menambahkan, "Namun, saat itu ada pembicaraan yang sangat serius, kami mempelajari skuadnya, dari u-17 hingga senior... Jadi kami berlanjut ke Andrea. (Presiden FIGC Giovanni-red) Malago tahu, kami terus memberikan informasi kepada dia langkah demi langkah," jelas Paolo Maldini.
Akhirnya, FIGC menunjuk Roberto Mancini sebagai pelatih, yang merupakan periode kedua bagi Mancini melatih Gli Azzurri setelah sebelumnya menjabat dari 2008 hingga 2013, di mana dia berhasil mempersembahkan trofi Piala Eropa 2020.