Jakarta - Paolo Maldini memberikan penjelasan mengenai keputusannya untuk mundur dari jabatannya sebagai direktur teknik Federasi Sepakbola Italia (FIGC). Ia menyatakan bahwa janji yang tidak ditepati oleh presiden FIGC, Giovanni Malago, menjadi alasan utama di balik langkah tersebut.
Maldini, yang sebelumnya ditunjuk sebagai direktur teknik FIGC pada bulan Juli, hanya bertahan kurang dari tiga minggu sebelum akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri. Posisi yang ditinggalkannya kemudian diisi oleh Claudio Ranieri.
Kesepakatan yang Berubah
“Kesepakatan telah diubah. Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah mengundurkan diri, melepaskan kontrak empat tahun yang seharusnya dimulai pada 1 Agustus,” ungkap Maldini dalam wawancaranya dengan Corriere della Sera, yang dilansir oleh Football Italia.
Dalam pernyataannya, Maldini mengungkapkan bahwa ia awalnya bertanya kepada Malago tentang siapa yang akan memilih pelatih. Malago menjawab bahwa pelatih adalah tanggung jawab Maldini dan ia akan mendukung pilihan tersebut. Namun, beberapa kejadian kemudian mengubah kesepakatan tersebut.
Kegagalan Menunjuk Pelatih
Kegagalan dalam menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih baru Timnas Italia disebut-sebut sebagai faktor yang memicu pengunduran diri Maldini. Malago tidak memberikan restu kepada Pirlo karena statusnya sebagai duta perusahaan judi asal Rusia, Fonbet.
Maldini mengakui bahwa kegagalan membawa Pirlo menjadi pelatih berkontribusi pada keputusannya untuk mundur. Malago kemudian memilih Roberto Mancini, yang tidak sejalan dengan pandangannya. Di sinilah Maldini merasa bahwa kesepakatan awal telah dilanggar.
“Saya akan mengatakan demikian (status Pirlo itu memang berpengaruh). Kami tidak mengetahuinya. Opini publik telah menjalankan tugasnya. Namun tak ada hal di ranah hukum yang akan mencegah Andrea menjadi pelatih kepala tim nasional,” tambahnya.
“Itu jelas dibesar-besarkan. Pirlo bersedia memutus kontrak dengan perusahaan taruhan Rusia itu. Dia orang yang baik, dia tidak pantas mendapatkan semua keributan ini. Mereka mengeluarkan kode etik, dekrit martabat. Tetapi, jika ada keinginan tulus untuk menjadikannya sebagai pelatih kepala, tidak akan ada hambatan hukum,” jelas Maldini lebih lanjut.
Selanjutnya, Maldini menjelaskan bahwa Malago menghubunginya dan Leonardo Araujo, penasihat teknis yang juga mundur bersamanya, untuk menyatakan bahwa mereka tidak bisa lagi memilih Pirlo dan bahwa keputusan pelatih kini sepenuhnya ada di tangan Malago.
“Tapi saya punya pekerjaan dan tanggung jawab, dan saya pikir itu adalah hal yang tidak dapat diterima untuk dikatakan. Kami membutuhkan waktu 24 jam lalu menyerahkan pengunduran diri kami, pada kontrak yang bahkan belum dimulai. Saya terbiasa dengan hal-hal yang dilakukan dengan cara berbeda. Tidak ada lagi kepercayaan yang kami butuhkan untuk melaksanakan tugas yang sangat besar,” tutupnya.