Marc Marquez mengungkapkan perasaannya yang mendalam mengenai kecelakaan yang dialami oleh adiknya, Alex Marquez, saat berlangsungnya MotoGP Catalunya 2026. Juara dunia delapan kali ini menyatakan bahwa jika dirinya berada di lintasan saat insiden tersebut terjadi, ia hampir pasti tidak akan melanjutkan balapan.
Marc Marquez menegaskan bahwa keselamatan Alex menjadi hal yang lebih penting daripada hasil balapan itu sendiri. Saat kecelakaan terjadi di Sirkuit Barcelona Catalunya, Marc tidak berada di lintasan karena sedang dalam proses pemulihan setelah menjalani operasi akibat cedera saraf yang dialaminya pada MotoGP Mandalika di musim sebelumnya. Meskipun hanya menyaksikan dari rumah, ia merasakan ketegangan yang luar biasa saat melihat adiknya terjatuh dengan keras.
Kontroversi Setelah Insiden
Insiden tersebut memicu kontroversi ketika balapan tetap dilanjutkan setelah dua kali dihentikan karena bendera merah. Keputusan dari pihak penyelenggara balapan mendapatkan kritik dari berbagai pihak yang berpendapat bahwa keselamatan pembalap seharusnya menjadi prioritas utama.
Dalam sebuah wawancara dengan kreator konten Gawl Bike, Marc menyatakan bahwa ia hampir pasti tidak akan kembali ke lintasan jika berada dalam posisi para pembalap saat kecelakaan Alex terjadi. "Situasi seperti itu sangat sulit. Saya pernah mengalaminya dan Alex juga pernah mengalaminya. Saya masih ingat Sprint Race Catalunya tahun lalu saat dia memimpin dan saya berada di posisi kedua, lalu dia terjatuh. Pada akhirnya balapan memang harus diselesaikan, tetapi tentu Anda tidak ingin melihat orang yang Anda sayangi mengalami kecelakaan," jelas Marc.
Pentingnya Kesehatan di Atas Segalanya
Marc juga mengenang momen ketika ia melihat Alex terjatuh pada MotoGP Belanda beberapa waktu lalu. "Di Belanda akhir pekan lalu saya melewatinya dan melihat dia terbaring di area gravel. Saat itu saya tidak tahu bagaimana kondisinya. Melihat orang seperti itu sangat menyakitkan," ungkapnya.
Marc Marquez menambahkan bahwa jika ia ikut berlaga di MotoGP Catalunya tahun ini, kemungkinan untuk melanjutkan balapan setelah restart hampir tidak ada. "Saya rasa 95 persen saya tidak akan mampu kembali ke lintasan. Secara mental saya tidak akan siap karena saya tidak tahu bagaimana kondisi adik saya. Pada akhirnya, kesehatan selalu lebih penting daripada balapan," tegasnya.
Selain itu, Marc juga menyoroti pentingnya pembentukan organisasi atau asosiasi pembalap di MotoGP. Ia berpendapat bahwa hingga saat ini, para pembalap belum memiliki wadah yang benar-benar dapat menyatukan suara mereka dalam menghadapi isu keselamatan.