Marc Marquez, pembalap dari tim Ducati Lenovo, menilai tingkat kesulitan pada sembilan seri yang tersisa di MotoGP 2026. Ia menganggap bahwa balapan di GP Indonesia mendatang adalah yang paling menantang.
Setelah GP Aragon, hanya tersisa sembilan balapan dalam musim ini. Dari semua trek yang ada, Marquez mengungkapkan ketakutannya terhadap GP Indonesia. Ia tidak memiliki pengalaman positif di Sirkuit Mandalika, sehingga merasa ragu untuk tampil kompetitif pada tahun ini.
Kendala di Sirkuit Mandalika
Marquez menyatakan, "Fokus saya adalah dari satu balapan ke balapan lainnya. Berdasarkan catatan sejarah, seri Indonesia adalah yang terburuk bagi saya, karena setiap tahun saya selalu punya kenangan buruk di sana. Namun di luar itu, saya merasa nyaman membalap di sirkuit-sirkuit lainnya." Ia menekankan pentingnya menjalani setiap balapan dengan baik.
Ia menambahkan, "Sekarang waktunya memulihkan kondisi dari balapan ini dan memusatkan fokus ke Misano. Seperti yang sudah saya katakan, jika kami ingin menjaga peluang sekecil apa pun untuk memperebutkan gelar juara dunia, kami tidak boleh kehilangan poin di sirkuit yang memang menguntungkan bagi kami." Marquez mengungkapkan harapannya untuk meraih hasil yang baik di balapan selanjutnya.
Persiapan untuk Balapan Selanjutnya
Marquez juga berbicara tentang persiapannya menjelang balapan berikutnya, "Itulah yang kami lakukan pada akhir pekan ini. Ini adalah sirkuit yang bagus, kami berhasil meraih hasil maksimal, apalagi Martin juga sempat sedikit kesulitan pada akhir pekan ini. Namun, saya yakin Martin dan Marco akan tampil sangat cepat di paruh akhir musim ini."
Dengan tantangan yang dihadapinya, Marquez tetap berkomitmen untuk memberikan performa terbaik di setiap balapan yang akan datang.