Logo
Berita Olahraga

Marc Marquez Raih Kemenangan di Jepang dengan Strategi Agresif

Marc Marquez menunjukkan performa yang mengesankan dalam MotoGP Jepang 2026, berhasil meraih kemenangan di Sprint dan Race utama, memperkecil jarak dengan Jorge Martin di klasemen.

E
Elvira Adhitama
04 October 2026 29 pembaca
Foto: REUTERS/Androniki Christodoulou
Foto: REUTERS/Androniki Christodoulou

Marc Marquez tampil luar biasa dalam ajang MotoGP Jepang 2026 yang berlangsung di Motegi. Pembalap dari tim Ducati ini berhasil memenangkan baik Sprint Race pada hari Sabtu (3/10/2026) maupun Race utama pada hari Minggu (4/10), sehingga memperkecil selisih poinnya dengan Jorge Martin menjadi hanya dua poin. Setelah meraih total 37 poin dari seri ini, Marc kini mengumpulkan 331 poin, sementara Martin yang finis di posisi kedua pada balapan utama memimpin klasemen dengan 333 poin.

Kemenangan di Jepang tidak diraih Marc dengan mudah. Martin yang memulai balapan dari posisi terdepan sempat menguasai jalannya balapan. Namun, Marc berhasil merebut posisi terdepan sebelum pertengahan balapan dan mempertahankannya hingga garis finis.

Strategi Serangan dan Kontrol Balapan

Setelah balapan, Marc menjelaskan strateginya kepada DAZN. Ia menekankan pentingnya untuk terus menyerang di setiap balapan, meskipun hasilnya bisa bervariasi. "Saya akan mencoba menyerang di setiap balapan, tetapi tentu saja ada balapan yang berjalan lebih baik daripada yang lain. Saya merasa nyaman kemarin di sprint, dan pagi ini juga saat pemanasan," ungkapnya. Ia juga menyebutkan bahwa ban belakang yang keras sempat menimbulkan keraguan, tetapi ia berhasil mengatasi tantangan tersebut dan menjalani akhir pekan yang memuaskan.

Dani Pedrosa, yang bertindak sebagai komentator, memberikan pujian atas kecepatan balapan di Motegi yang jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Ia juga mengapresiasi kemampuan Marc dalam mengelola ban, bahan bakar, serta tekanan dari Martin.

Pentingnya Memimpin Sejak Awal

Marc menjelaskan bahwa kunci keberhasilannya adalah mengambil posisi terdepan secepat mungkin. "Seperti yang Anda tahu, sulit untuk berada di belakang di Motegi. Ketika mendapatkan slipstream saat pengereman, jauh lebih sulit untuk mendapatkan waktu. Target saya adalah memimpin balapan sesegera mungkin," tambahnya.

Namun, Marc mengaku tidak dapat langsung mengambil alih posisi terdepan pada lap pertama karena para pesaingnya sudah mempelajari strateginya dari Sprint Race sebelumnya. "Saya tidak bisa melakukannya pada lap pertama karena kemarin saya sudah menunjukkan cara saya, dan hari ini mereka sudah mempelajarinya. Saya harus mendorong dengan keras, mengambil banyak risiko pada lap-lap tersebut untuk menyalipnya," jelasnya.

Setelah berhasil melewati Martin, Marc mengubah pendekatannya. Ia tidak lagi berusaha untuk membuka jarak terlalu jauh, melainkan fokus pada pengendalian ritme balapan sesuai dengan situasi. "Setelah saya menyalipnya, saya ingin mengontrol ritme balapan sesuai keinginan saya. Tentu saja, ketika dia mendekat hingga 0,7 atau 0,6 detik, saya mendorong sedikit lebih keras," tuturnya.

Marc menekankan bahwa pengelolaan jarak tersebut harus dilakukan dengan tetap mempertimbangkan risiko kecelakaan. Ia bertekad untuk tidak kehilangan kemenangan hanya karena terlalu memaksakan diri.

Artikel Terkait