Marc Marquez memiliki sikap yang berbeda dibandingkan Valentino Rossi ketika berhadapan dengan calon rekan setim yang memiliki potensi besar. Oscar Haro menjelaskan bahwa Marquez tidak pernah menghalangi kehadiran Pedro Acosta di Ducati, meskipun Acosta dinilai sebagai salah satu pembalap yang bisa menjadi rival terkuatnya.
Kekuatan Ducati untuk MotoGP 2027 mulai menarik perhatian, terutama setelah pabrikan asal Borgo Panigale ini memastikan susunan pembalap yang baru. Pedro Acosta akan bergabung dengan tim pabrikan Ducati dan berbagi garasi dengan Marc Marquez, di mana ia diproyeksikan untuk menggantikan Francesco Bagnaia yang performanya menurun setelah kedatangan Marquez.
Pergeseran Identitas Ducati
Keputusan Ducati untuk merekrut Acosta juga menarik perhatian, karena pabrikan Italia ini akan mengandalkan dua pembalap asal Spanyol. Hal ini membuat identitas Italia yang selama ini melekat pada Ducati sedikit berubah. Oscar Haro, seorang pengamat MotoGP, menilai bahwa Marquez memiliki peran penting dalam memfasilitasi jalan Acosta menuju Ducati. Ia mencatat bahwa hubungan dekat Marquez dengan General Manager Ducati, Gigi Dall'Igna, dan Manajer Tim, Davide Tardozzi, turut memengaruhi situasi ini.
“Marquez sepenuhnya menyadari apa yang akan terjadi,” ungkap Haro. “Tetapi jika ada seseorang yang membuka pintu bagi Acosta di Ducati, itu adalah dia.” Ia menambahkan bahwa Marquez memiliki hubungan yang luar biasa dengan Dall'Igna dan Tardozzi.
Perbandingan dengan Valentino Rossi
Haro kemudian membandingkan sikap Marquez dengan Valentino Rossi. Menurutnya, pembalap dengan pengaruh sebesar Rossi atau Marquez sebenarnya memiliki kekuatan untuk menolak kehadiran calon rekan setim yang dianggap bisa mengancam posisinya. “Setelah saya, orang ini adalah orang yang harus Anda dapatkan. Saya yakin dia telah melakukan percakapan seperti itu, karena saya tahu seperti apa Marquez,” jelas Haro.
“Seperti yang biasa dilakukan Valentino Rossi, dia dapat mengatakan, 'Saya tidak menginginkan orang ini', dan itu akan menjadi akhir dari semuanya. Ketika Anda adalah sosok hebat seperti Rossi atau Marquez, Anda memiliki kekuatan untuk mengatakan, 'Saya tidak ingin orang ini di garasi karena dia akan mengacaukan segalanya',” tambahnya.
Namun, Marquez mengambil pendekatan yang berbeda. Haro menilai bahwa juara dunia ini tidak pernah menolak kedatangan Acosta karena menyadari bahwa pembalap muda tersebut merupakan generasi penerusnya. “Dia tahu bahwa Acosta adalah generasi penerusnya, dan itu membuatnya termotivasi,” kata Haro.
Bahkan, Haro meyakini bahwa Acosta adalah salah satu dari sedikit pembalap yang benar-benar mampu menantang Marquez jika keduanya menggunakan motor Ducati.