Fabio Quartararo kembali mengalami akhir pekan yang penuh tantangan bersama tim Yamaha. Pembalap asal Prancis ini mengungkapkan bahwa ia sudah mengetahui adanya masalah pada mesin motornya sebelum akhirnya mengalami kerusakan yang mengakibatkan dirinya tidak dapat menyelesaikan Sprint MotoGP Aragon.
Insiden tersebut terjadi pada lap keenam di sirkuit MotorLand Aragon pada hari Sabtu, 29 Agustus 2026. Quartararo sebenarnya sudah merasakan adanya kejanggalan sejak awal balapan, di mana performa motornya mulai menurun dan muncul getaran yang tidak biasa. Situasi semakin jelas ketika berbagai indikator di dashboard motornya menyala, yang ia gambarkan mirip dengan tampilan pohon Natal.
Kondisi Mesin yang Mengkhawatirkan
“Motor mulai lebih bergetar, atau lebih tepatnya dashboard saya seperti pohon Natal. Lampunya merah, kuning, ungu, hijau, merah, kuning, ungu,” ungkap Quartararo kepada awak media. Ia merasakan penurunan performa mesin semakin jelas saat melewati lintasan lurus, dan dari situ ia mulai menyadari bahwa motornya tidak akan bertahan hingga akhir Sprint.
“Saya tidak tahu apa yang terjadi, tetapi menurut saya cukup mudah untuk mengetahui bahwa ada sesuatu yang rusak. Sejak awal saya kehilangan posisi dan merasakan sesuatu yang aneh. Kemudian di lintasan lurus, saya bisa merasakan performa mesin mulai menurun, jadi saya tahu cepat atau lambat mesin itu akan jebol,” tambahnya.
Akibat Kegagalan Mesin
Kegagalan mesin ini semakin memperburuk akhir pekan Quartararo di Aragon, di mana ia hanya mampu meraih posisi start ke-17 untuk Sprint. Secara keseluruhan, performa Yamaha juga belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Jack Miller menjadi satu-satunya pembalap Yamaha yang berhasil finis di sepuluh besar, sedangkan Alex Rins menempati posisi ke-12 dan Toprak Razgatlioglu di posisi ke-13.
Quartaro juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait masalah mesin ini, mengingat ia tidak mengetahui berapa banyak mesin yang masih tersedia untuk digunakan Yamaha hingga akhir musim. “Sejujurnya, saya tidak tahu berapa banyak mesin yang kami punya, tetapi saya rasa tidak banyak yang tersisa. Saya berharap mesin yang rusak ini sudah memiliki jarak tempuh yang cukup panjang,” tutup Quartararo.