Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menghadiri pembukaan kejuaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 yang berlangsung di Tennis Indoor Senayan pada Minggu pagi, 2 Agustus. Dalam acara tersebut, Menpora menerima dobok dan sabuk kehormatan taekwondo yang disematkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia, Richard Tampubolon. Pemberian dobok dan sabuk ini menandakan bahwa Menpora Erick resmi bergabung dengan keluarga besar taekwondo Indonesia.
Selain itu, Menpora juga mendapatkan sertifikat DAN Kukkiwon kehormatan dari Presiden Asian Taekwondo Union, Kim Sang-jin. Dalam acara tersebut, Menpora Erick juga berkesempatan untuk melakukan peresmian simbolik pembukaan kejuaraan taekwondo yang berstatus World Taekwondo (WT) G2 dengan menekan tombol hitungan mundur bersama para pejabat dan tamu kehormatan lainnya.
Kerja Sama TNI dan PBTI
Dalam sambutannya, Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita, yang mewakili Panglima TNI Agus Subiyanto, menjelaskan bahwa kejuaraan internasional ini diselenggarakan berkat kolaborasi antara TNI dan PBTI, sebagai bagian dari peringatan HUT TNI ke-81. Setelah melalui proses bidding yang ketat di Korea Selatan pada tahun 2025, Indonesia terpilih sebagai tuan rumah oleh ATU. “Ada beberapa negara yang ikut bidding. Indonesia, Malaysia, India, dan beberapa negara lain. Berdasarkan keputusan dari Asian Taekwondo Union, maka Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah. Dan hari ini kita membuktikan bahwa kepercayaan itu kita jalankan dengan penuh tanggung jawab,” ungkap Tandyo.
Prestasi dan Harapan untuk Taekwondo Indonesia
Tandyo menambahkan bahwa pemilihan Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan ini menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia dalam kondisi aman dan siap menjadi destinasi sport tourism. Ia juga menekankan bahwa kejuaraan ini merupakan salah satu penyelenggaraan terbesar dalam sejarah taekwondo di Indonesia, dengan kehadiran 531 atlet dari 36 negara yang akan bertanding selama lima hari, dari 1 hingga 5 Agustus 2026. “Lebih membanggakan lagi, kejuaraan ini digelar setelah hampir dua dekade Indonesia tidak pernah menyelenggarakan kejuaraan internasional taekwondo. Terima kasih kepada semua yang telah mendukung, teman-teman PBTI, Kemenpora, KONI, dan KOI,” tuturnya.
Tandyo juga menekankan bahwa hari ini merupakan momen penting bagi perkembangan taekwondo di Indonesia dan menunjukkan bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional yang berkualitas. Ia mengajak seluruh atlet untuk bersama-sama meraih prestasi dengan menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan saling menghormati, serta menjadikan kejuaraan ini sebagai momentum untuk mempererat persahabatan antarbangsa.
Serangkaian acara menarik turut memeriahkan pembukaan kejuaraan ini, termasuk penampilan atraksi taekwondo dari Poomsae Indonesia dan Woosuk University dari Korea Selatan, defile bendera negara peserta, serta pertunjukan tari bertema taekwondo.