Logo
Berita Olahraga

Menpora Erick Thohir Dorong Transformasi Pemuda dan Olahraga di Seluruh Daerah

Menjelang peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda, Menpora Erick Thohir mengajak seluruh pihak terkait untuk melakukan perubahan fundamental dalam pengelolaan pemuda dan olahraga di Indonesia.

A
Arya Satya
17 October 2026 18 pembaca
Foto: dok Kemenpora
Foto: dok Kemenpora

Jakarta - Menpora Erick Thohir mengajak semua jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta pemangku kepentingan di berbagai daerah untuk melakukan transformasi mendasar menjelang peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda dan dalam rangka menyongsong puncak bonus demografi. Hal ini disampaikan Erick dalam Forum Nasional Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan yang berlangsung di Jakarta, dihadiri oleh perwakilan Kemenpora serta kepala dinas dan pimpinan Dispora dari seluruh Indonesia.

Erick, yang kini berusia 56 tahun, menekankan pentingnya perubahan pola pikir agar olahraga dilihat sebagai investasi dalam bidang ekonomi, kesehatan, dan pembentukan karakter bangsa. Ia menjelaskan bahwa potensi industri olahraga dan pariwisata olahraga di Indonesia sangat besar, dengan nilai industri olahraga global mencapai Rp8.000 triliun, sedangkan Indonesia baru memanfaatkan sekitar Rp40 triliun (0,5%).

Optimalisasi Potensi Olahraga dan Pariwisata

Menpora mendorong daerah untuk memaksimalkan potensi pariwisata olahraga, seperti yang terlihat pada MotoGP di Mandalika yang memberikan dampak ekonomi sebesar Rp5,2 triliun, serta potensi wisata selancar di daerah yang dapat memberikan manfaat langsung bagi perekonomian lokal. "Pemerintah daerah didorong untuk melakukan Kerjasama Operasional (KSO) dengan pihak swasta atau klub olahraga secara transparan tanpa menghilangkan aset daerah," ungkap Erick dalam keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut, Erick juga menekankan pentingnya agar fasilitas olahraga tidak dibiarkan terbengkalai atau menghabiskan anggaran perawatan. Kemenpora, bersama Kemendagri dan Kementerian UMKM, telah menerbitkan payung hukum melalui SKB 3 Menteri untuk mengatasi hal ini. Ia juga mengajak semua pemangku kepentingan di daerah untuk mengaktifkan kegiatan olahraga masyarakat, seperti Car Free Day (CFD) di 514 kota dan kabupaten, guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga, mengurangi beban anggaran kesehatan daerah, serta membentuk kedisiplinan generasi muda.

Pentingnya Sertifikasi bagi Atlet Disabilitas

Erick juga mendorong pelaksanaan program sertifikasi bagi mantan atlet disabilitas agar mereka dapat terus berkontribusi dan mengajar di sekolah-sekolah khusus. "Saya bisa, Bapak dan Ibu di daerah juga pasti harus bisa. Mari kita bangun perspektif baru bahwa sektor Pemuda dan Olahraga adalah prioritas. Antara pemerintah pusat dan daerah kita harus saling mendukung untuk menciptakan perubahan besar bagi bangsa ini," tegasnya.

Dalam konteks kepemudaan, Erick menekankan perlunya mengubah persepsi bahwa dinas di daerah hanya berfokus pada urusan olahraga. Dengan 130 juta penduduk Indonesia yang berusia di bawah 30 tahun, sektor kepemudaan harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan nasional. Kemenpora juga telah menyiapkan blueprint kepemudaan yang mencakup peluncuran Career Hub, perluasan program magang dengan BUMN dan swasta, Wirausaha Youth Camp, serta ruang untuk berekspresi terkait isu kesehatan mental, ekonomi hijau, dan teknologi.

Artikel Terkait