Logo
Berita Olahraga

Menpora Erick Thohir Dukung Sertifikasi Pelatihan untuk Penyandang Disabilitas

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat olahraga disabilitas di Indonesia setelah bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu fokus utama ad...

C
Citra Erwana
20 June 2026 18 pembaca
Menpora RI Erick Thohir menegaskan komitmen Pemerintah melalui Kemenpora dalam penguatan olahraga disabilitas Tanah Air mendapat dukungan penuh Presiden Prabowo. (foto:Hery/kemenpora.go.id)
Menpora RI Erick Thohir menegaskan komitmen Pemerintah melalui Kemenpora dalam penguatan olahraga disabilitas Tanah Air mendapat dukungan penuh Presiden Prabowo. (foto:Hery/kemenpora.go.id)

Bogor: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menegaskan komitmen pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam memperkuat olahraga bagi penyandang disabilitas di Tanah Air. Pernyataan ini disampaikan Menpora setelah pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat sore, 19 Juni.

Dalam pertemuan tersebut, Menpora Erick melaporkan berbagai program prioritas Kemenpora, termasuk fokus pada pengembangan olahraga disabilitas yang menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo. Salah satu program yang diusulkan adalah sertifikasi pelatihan bagi penyandang disabilitas, yang bertujuan memberikan kesempatan bagi mereka untuk menjadi pelatih dan berkontribusi lebih dalam pembinaan olahraga nasional, terutama setelah mereka tidak lagi aktif sebagai atlet.

Komitmen untuk Atlet Disabilitas

Menpora menyatakan, "Jangan sampai atlet-atlet ini hanya diingat ketika sedang berjaya, tetapi kalau sudah selesai hanya ucapan terima kasih saja yang diberikan." Program sertifikasi ini, menurut Menpora Erick, telah dimulai melalui program Trainer of Trainers (TOT) untuk Penggerak Olahraga Disabilitas yang dilaksanakan Kemenpora bekerja sama dengan National Paralympic Committee (NPC). Sertifikasi ini juga berfungsi untuk mendorong budaya olahraga di kalangan masyarakat disabilitas.

Erick menekankan, "Yang pasti Bapak Presiden sangat peduli dengan olahraga disabilitas. Makanya salah satu program yang memang kami terus dorong adalah bagaimana masyarakat disabilitas di Indonesia yang totalnya hampir 23,9 juta atau 25,9 juta untuk gemar berolahraga." Dari total tersebut, sekitar 11 persen atau hampir dua juta orang tercatat aktif berolahraga, sehingga diperlukan pelatih dan penggerak olahraga disabilitas untuk regenerasi atlet di tingkat nasional dan internasional.

Pentingnya Penyediaan Pelatih

Menpora menjelaskan, "Kalau dua juta lebih itu memerlukan dua persen pelatih, perlu berapa banyak pelatih yang harus disiapkan." Selain itu, masih ada sekolah-sekolah yang memerlukan keahlian dalam kepelatihan. "Artinya dengan itu Bapak Presiden ingin mendorong masyarakat disabilitas ini benar-benar diperhatikan. Nah salah satunya kita punya yang saya sampaikan kepada Bapak Presiden, program sertifikasi kepelatihan untuk mereka," tambah Menpora.

Erick juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo berencana untuk meninjau langsung National Paralympic Training Center di Karanganyar, Jawa Tengah. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat aktivitas para olahragawan disabilitas secara langsung. "Karena ini menjadi bagian penting bahwa kita harus memberikan semua warga Indonesia kesempatan yang sama," tegas Menpora Erick.

Tidak ada tag untuk artikel ini

Artikel Terkait