Pada tanggal 5 Juli, dunia merayakan Hari Bulu Tangkis Sedunia, sebuah momen yang tidak hanya menonjolkan kecepatan dan keterampilan dalam olahraga ini, tetapi juga kemampuannya untuk menyatukan orang dan membangun kehidupan. Bagi atlet seperti PV Sindhu dan Ho Yuen Chan Daniel, bulu tangkis memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar meraih medali dan gelar. Olahraga ini memberikan mereka tujuan, koneksi, dan rasa memiliki yang melampaui batasan geografis.
Pencapaian dan Filosofi PV Sindhu
PV Sindhu, salah satu bintang bulu tangkis yang paling dikenal, memulai perjalanannya dengan semangat yang besar. Ia menyatakan, “Bulu tangkis adalah gairah saya.” Ketika ditanya tentang arti olahraga ini baginya, ia menekankan pentingnya bermain dengan semangat dan menikmati setiap momen, yang secara otomatis akan menambah kecintaan terhadap olahraga tersebut. Filosofi ini membawanya meraih kesuksesan luar biasa, termasuk medali perak di Olimpiade Rio 2016 dan medali perunggu di Tokyo 2020. Pada tahun 2019, ia juga meraih gelar juara dunia, menambah koleksi medali Kejuaraan Dunia yang dimulainya dengan medali perunggu pada tahun 2013. “Saat saya memenangkan medali Kejuaraan Dunia pertama saya, itu memberi saya banyak kepercayaan diri,” tambahnya. “Itu membawa saya maju dan membantu saya berkembang.” Sindhu mencapai peringkat dunia No. 2 pada tahun 2017 dan meraih medali emas di Commonwealth Games 2022, yang semakin mengukuhkan posisinya di dunia bulu tangkis.
Saat ini, Sindhu tidak hanya berfokus pada karier bermainnya, tetapi juga berperan aktif dalam mengembangkan olahraga ini sebagai Ketua Komisi Atlet BWF dan anggota Dewan BWF. Ia menjadi duta global yang mewakili tidak hanya keunggulan, tetapi juga nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh bulu tangkis. “Bulu tangkis memberi saya ketenaran, persahabatan, dan kesempatan untuk bepergian ke berbagai negara,” ungkapnya. “Saya tidak pernah menyangka hal itu ketika pertama kali memulai.”
Kisah Inspiratif Chan Daniel
Chan Daniel, mantan pemain bulutangkis WH1 Para, juga memiliki cerita yang menginspirasi. Setelah mengalami kecelakaan yang mengubah hidupnya, ia menemukan kembali semangatnya melalui bulu tangkis. “Bulu tangkis itu seperti iman saya,” katanya. “Olahraga ini membangun kembali kepercayaan diri saya, memberi saya tujuan, dan memungkinkan saya untuk membangun kembali hidup saya dengan kekuatan dan martabat.” Kariernya mencapai puncaknya di Paralimpiade, di mana ia meraih medali perunggu di Tokyo 2020 dan medali perak di Olimpiade Paris 2024. “Final di Paris sangat bermakna karena itu adalah pertandingan internasional terakhir dalam karier saya,” ujarnya. “Sejak hari pertama saya menjadi atlet, saya bermimpi untuk pensiun di puncak karier saya.”
Seperti halnya Sindhu, Chan menghargai lebih dari sekadar hasil yang diraih dalam olahraga ini. “Kami mungkin lawan di lapangan, tetapi di luar lapangan kami saling mendukung, mengagumi, dan mengandalkan satu sama lain,” katanya. “Saya punya teman di hampir setiap negara tempat saya berkompetisi.” Ia juga menjabat sebagai Ketua Komisi Atlet Para BWF dan anggota Dewan BWF, yang memberikan kesempatan untuk mewakili komunitasnya dan memperjuangkan hak-hak atlet.