Liverpool mengalami perubahan signifikan setelah Michael Edwards mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi CEO of Football di Fenway Sports Group (FSG). Selama dua tahun menjabat, Edwards bertugas mencari klub-klub yang bisa diakuisisi oleh FSG, namun upayanya tidak membuahkan hasil yang diharapkan.
Edwards telah mendekati sekitar 25 klub di Eropa, terutama di negara-negara seperti Spanyol, Portugal, dan Prancis. Namun, tidak satu pun dari klub yang didekati memenuhi kriteria yang diinginkan oleh FSG. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendekati klub Bordeaux, tetapi rencana akuisisi tersebut gagal dan klub Prancis itu akhirnya mengalami kebangkrutan. Edwards juga mencoba menjajaki klub Getafe dan Malaga di Spanyol, namun hasilnya tetap nihil.
Frustrasi dan Keputusan Mundur
Keputusan FSG untuk menghentikan pencarian klub Eropa kedua setelah Liverpool pada bulan Maret lalu diyakini telah membuat Edwards merasa frustrasi. Dengan berakhirnya musim lalu yang kurang memuaskan bagi Liverpool, Edwards memilih untuk mundur lebih awal dari kontraknya yang seharusnya berakhir pada tahun 2027.
Setelah kepergian Edwards, Mike Gordon, Presiden FSG, diperkirakan akan mengambil peran yang lebih aktif dalam pengelolaan operasional harian klub Liverpool. Keputusan ini menciptakan kekosongan di jajaran manajerial Liverpool, di mana sebelumnya Richard Hughes juga dilaporkan akan meninggalkan posisinya sebagai Direktur Olahraga untuk bergabung dengan Al Hilal.
Masa Lalu Edwards di Liverpool
Sebelum menjabat sebagai CEO of Football FSG, Michael Edwards telah berpengalaman sebagai Direktur Olahraga Liverpool dari tahun 2016 hingga 2022. Dengan pengunduran dirinya, ada spekulasi bahwa Edwards akan mengikuti langkah Hughes ke Al Hilal, menambah ketidakpastian di dalam manajemen klub.
Kepergian Edwards menandai babak baru bagi Liverpool, yang harus segera mencari pengganti untuk mengisi posisi penting dalam organisasi mereka.