Dua talenta masa depan bulu tangkis Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah dan Alwi Farhan, saat ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam beberapa kompetisi terakhir. Keduanya diharapkan dapat melanjutkan estafet prestasi dari para pemain senior Merah Putih. Saat ini, Jonatan Christie, sebagai pemain profesional, masih bersaing di peringkat 4 dunia, sementara mantan juara Asia, Anthony Sinisuka Ginting, mengalami penurunan ke posisi 42 dunia. Namun, dengan Alwi Farhan yang kini menempati posisi 10 besar dunia dan Moh Zaki Ubaidillah di peringkat 27, harapan terhadap keduanya semakin besar.
Tekanan dan Motivasi di Tengah Persaingan
"Ya pastinya ada beban, sih. Ya juga A Ginting sering ngobrol sama saya, tunggal putra tuh sering ngobrol juga bertiga. Ya gimana cara mengatasi semualah," ungkap Ubed. Ia juga menambahkan, "Dan dulu A' Ginting sama Koh Jo (Jonatan Christie), kan, juga tidak ada senior, ya dia lebih pernah cerita itu, sih." Ubed merasa termotivasi karena sebagai pemain muda, ia memiliki ambisi yang tinggi dan semangat untuk terus belajar dari para senior.
Undian Menantang di Japan Open 2026
Moh Zaki Ubaidillah menghadapi tantangan berat di babak pertama turnamen bergengsi Japan Open 2026, di mana ia akan bertanding melawan pemain senior Denmark, Rasmus Gemke. Keduanya belum pernah bertemu di level internasional, namun mereka hanya terpaut satu peringkat, dengan Moh Zaki di posisi 27 dan Rasmus di posisi 28 dunia. Jika berhasil mengalahkan Gemke, Moh Zaki akan berhadapan dengan pemenang antara unggulan ketiga, Anders Antonsen dari Denmark, dan Toma Junior Popov dari Prancis.
Sementara itu, Alwi Farhan juga mendapatkan undian yang tidak mudah di Japan Open 2026 BWF World Tour Super 750, di mana ia akan melawan pemain senior Jepang, Kenta Nishimoto, di babak 32 besar. Saat ini, Alwi tertinggal dalam catatan pertemuan head to head melawan Nishimoto dengan skor 0-2. Pertemuan terakhir mereka terjadi di babak 16 besar Thailand Open 2025, di mana Alwi kalah dalam rubber game dengan skor 15-21, 21-9, dan 13-21.