Moses Itauma optimis bahwa ia dan Daniel Dubois akan berhadapan dalam pertarungan unifikasi gelar dunia kelas berat di masa yang akan datang. Petinju muda asal Inggris ini memperkirakan bahwa duel tersebut baru akan terwujud setelah keduanya berhasil mengamankan sabuk juara dunia.
Saat ini, Itauma sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan terbesar dalam karier profesionalnya melawan Filip Hrgovic di O2 Arena, London, pada 29 Agustus. Petinju kidal berusia 21 tahun ini bertekad untuk membuktikan dirinya sebagai salah satu bintang masa depan di divisi kelas berat.
Di sisi lain, juara dunia WBO, Daniel Dubois, diperkirakan akan kembali menghadapi Fabio Wardley dalam laga ulang setelah pertemuan sengit mereka pada 9 Mei lalu. Keduanya direncanakan untuk bertemu kembali dalam pertarungan yang dijadwalkan akhir tahun ini.
Peluang Pertemuan Tak Terhindarkan
Meskipun masing-masing memiliki agenda tersendiri, Moses Itauma (14-0, 12 KO) sudah mulai melihat peluang untuk bertanding melawan Dubois (22-2, 21 KO). Ia meyakini bahwa pertemuan antara dua petinju asal Inggris ini hampir tidak dapat dihindari, mengingat keduanya sedang berada di jalur menuju puncak kelas berat.
"Saya pikir saya dan Dubois pasti akan bertemu suatu saat nanti, apakah tahun ini, tahun depan, atau tahun setelahnya," ungkap Itauma dalam wawancara dengan IFL TV. "Ini karena kami sama-sama petinju Inggris. Dia tidak terlihat melambat, sementara saya merasa terus berkembang. Saya pikir pertarungan itu pasti terjadi, tetapi jika terjadi, saya berharap setelah saya memiliki sabuk dan dia juga memiliki sabuk, atau kami masing-masing memegang dua gelar," tambahnya.
Rencana Promotor untuk Unifikasi Gelar
Itauma dan Dubois sama-sama berada di bawah promotor Queensberry Promotions sepanjang karier profesional mereka. Moses Itauma percaya bahwa promotor Frank Warren mungkin memiliki rencana untuk mempertemukan mereka setelah keduanya mengumpulkan gelar dunia.
"Saya tidak tahu apakah Frank akan senang saya mengatakan ini, tetapi saya pikir dia akan mencoba membuat saya dan Dubois mengumpulkan semua sabuk lalu melakukan unifikasi satu sama lain. Itu rencananya dan saya senang mengikutinya," kata Itauma.
Peluang Itauma untuk meraih gelar dunia mulai terbuka setelah Oleksandr Usyk melepas beberapa sabuk juara dunia miliknya. IBF kemudian memerintahkan penantang nomor satu, Frank Sanchez, untuk menghadapi Itauma yang berada di peringkat ketiga demi memperebutkan sabuk kosong. Namun, karena Itauma sudah memiliki jadwal melawan Hrgovic, kesempatan tersebut harus ditunda.
Ia tetap membuka kemungkinan untuk menghadapi beberapa petinju besar lainnya setelah pertarungan melawan Hrgovic, termasuk Sanchez, juara WBA Murat Gassiev, maupun Dubois. "Laga melawan Frank Sanchez ada di meja, pertarungan melawan Murat Gassiev ada di meja, dan duel melawan Dubois juga ada di meja. Ini hanya soal waktu," ujar Itauma.
Ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menghadapi Hrgovic terlebih dahulu. Setelah itu, ia akan mempertimbangkan peluang terbaik untuk melanjutkan perjalanan menuju gelar dunia.