Logo
Berita Olahraga

MotoGP 2027: Langkah Mundur untuk Kemajuan yang Lebih Besar?

MotoGP akan memasuki perubahan besar pada 2027 dengan penurunan kapasitas mesin dan pembatasan aerodinamika, diharapkan dapat meningkatkan persaingan di lintasan. Namun, CEO Tech3 KTM, Guenther Steine...

E
Elvira Adhitama
15 August 2026 26 pembaca
Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto

MotoGP akan mengalami transformasi signifikan pada tahun 2027 dengan adanya perubahan regulasi yang mencakup penurunan kapasitas mesin dari 1.000 cc menjadi 850 cc dan pembatasan penggunaan aerodinamika. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan persaingan yang lebih ketat di lintasan balap.

Perubahan Besar dalam Regulasi

Guenther Steiner, yang saat ini menjabat sebagai CEO Tech3 KTM dan sebelumnya merupakan bos tim Haas di Formula 1, memberikan pandangannya mengenai perubahan ini. Ia menegaskan bahwa meskipun balapan MotoGP saat ini sudah cukup menarik, regulasi baru tidak berarti bahwa kualitas balapan saat ini buruk. Sebaliknya, ini adalah upaya untuk meningkatkan kualitas balapan dalam jangka panjang. "Saya pikir balapan saat ini cukup menarik, hampir sepanjang waktu. Ada beberapa balapan yang mungkin bisa sedikit lebih baik, tetapi menurut saya secara keseluruhan cukup menarik. Saya pikir yang akan diberikan motor 850 cc adalah kita sedikit mundur selangkah untuk kemudian maju dua langkah dalam hal balapan," ujarnya.

Steiner juga menjelaskan bahwa dengan tenaga yang sedikit lebih kecil dan pengurangan aerodinamika, pebalap akan memiliki lebih banyak kendali atas motor mereka. "Tenaga sedikit lebih kecil, aerodinamika sedikit lebih sedikit, dan saya pikir itu akan terjadi. Para pebalap mengatakan kepada saya bahwa motor ini mudah dikendalikan, mereka memiliki kendali atas motor tersebut, dan itu yang paling penting," tambahnya.

Tantangan Adaptasi untuk Pabrikan

Perubahan regulasi yang akan diterapkan pada 2027 memang membawa tantangan baru. Dengan kapasitas mesin yang dipangkas menjadi 850 cc dan penghapusan perangkat ride-height, diharapkan pebalap dapat mengendalikan motor dengan lebih baik, serta mengurangi pengaruh aerodinamika dalam persaingan. Namun, setiap pabrikan harus beradaptasi dan mengembangkan motor baru yang berbeda karakteristiknya dari mesin 1.000 cc yang ada saat ini. Jika salah satu pabrikan berhasil mengembangkan motor lebih cepat daripada yang lain, hal ini dapat menyebabkan ketimpangan dalam persaingan di awal musim 2027.

Steiner juga mengingatkan agar hasil tes motor 850 cc saat ini tidak dijadikan patokan terlalu cepat. "Saat ini terdengar seolah-olah tahun depan akan ada lima juara dunia karena semua pengujian berjalan fantastis untuk semua orang," ungkapnya. "Namun, itu normal. Saya sudah cukup lama berada di dunia motorsport. Hal yang sama terjadi pada awal musim: 'Kami berada di jalur yang bagus, kami sangat bagus.' Anda benar-benar bagus sampai ada seseorang yang lebih baik dari Anda."

Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai pabrikan mana yang akan menjadi kekuatan dominan pada era mesin 850 cc. Meskipun pengujian telah dilakukan, Steiner berpendapat bahwa hasil tes belum cukup untuk menentukan posisi masing-masing pabrikan. "Menurut saya, pengujian secara umum berjalan baik untuk semua orang. Terkadang Anda mendengar atau orang berpikir bahwa mereka tahu sesuatu, tetapi saya sudah cukup lama melakukan ini sehingga saya menerimanya dengan sedikit skeptis. Selama motor mendapatkan lap yang cukup, mereka melakukan pengujian, belajar dari hasilnya, mempelajari ban dan semua hal lainnya, serta mendapatkan data, saya senang. Seberapa kompetitif masing-masing pabrikan nantinya, satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah menunggu sampai tahun depan."

Artikel Terkait