Logo
Basket

Nikola Jokic Tunda Pembicaraan Kontrak, Menanti Kesempatan Emas di 2024

Nikola Jokic memilih untuk menunda perpanjangan kontraknya dengan Denver Nuggets demi meraih kesepakatan yang lebih menguntungkan. Dengan strategi finansial yang matang, ia berpotensi mendapatkan kont...

E
Eko Prasetyo
07 July 2026 37 pembaca
Nikola Jokic Tunda Kontrak, Keuntungan Besar Menanti 2024 - sumber: (mainbasket)
Nikola Jokic Tunda Kontrak, Keuntungan Besar Menanti 2024 - sumber: (mainbasket)

Nikola Jokic tidak terburu-buru dalam memperpanjang kontraknya dengan Denver Nuggets. Keputusan ini bukanlah tanda bahwa ia ingin meninggalkan tim, melainkan merupakan langkah strategis yang berkaitan dengan aspek finansial. Sebagai MVP NBA tiga kali, Jokic berambisi untuk mendapatkan kontrak yang mungkin menjadi yang terbesar dalam sejarah liga.

Menurut informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya, pihak Nuggets memahami keputusan Jokic untuk menunda pembicaraan kontrak. Hal ini didasari oleh pertimbangan finansial yang cermat. Saat ini, Jokic berhak untuk menandatangani kontrak maksimal selama empat tahun dengan total nilai 278 juta Dolar AS. Namun, jika ia bersabar hingga tahun depan, ada kemungkinan untuk mendapatkan kontrak lima tahun dengan nilai yang sangat menggiurkan, mencapai 359,2 juta Dolar AS.

Rekor Kontrak dan Kesetiaan Jokic

Kontrak tertinggi yang ada saat ini dipegang oleh Jayson Tatum, yang mendapatkan 314 juta Dolar AS selama lima tahun, disetujui pada 1 Juli 2024, dan melampaui kontrak Jaylen Brown yang bernilai 304 juta Dolar AS. Jokic sendiri sudah termasuk dalam jajaran pemain dengan kontrak yang sangat tinggi, setelah menandatangani perjanjian senilai 276 juta Dolar AS pada 8 Juli 2022. Di sisi lain, Shai Gilgeous-Alexander juga memiliki kontrak empat tahun senilai 285 juta Dolar AS dengan nilai tahunan sebesar 71,25 juta Dolar AS.

Meskipun menunda negosiasi, Jokic menegaskan komitmennya kepada Nuggets. Setelah memperkuat tim nasional Serbia dalam Kualifikasi Piala Dunia FIBA 2027, ia menyatakan bahwa ia ingin menghabiskan kariernya di Denver. "Keinginan saya adalah bertahan di Denver sepanjang karier. Kemungkinan besar saya akan menandatangani kontrak tahun depan," ungkap Jokic, yang telah meraih penghargaan All-NBA delapan kali.

Strategi Bisnis dan Penampilan Elite

Pernyataan ini sekaligus meredakan spekulasi mengenai masa depan Jokic di tim. Bagi manajemen Nuggets, keputusan ini lebih dilihat sebagai langkah bisnis yang strategis daripada sinyal untuk mencari tantangan baru. Jokic masih menunjukkan performa di level tertinggi, menjadi runner-up MVP NBA 2026, serta mencatatkan rata-rata 27,7 poin, 12,9 rebound, dan 10,7 asis per pertandingan musim lalu. Selama enam musim berturut-turut, ia menjadi finalis MVP dan telah meraih trofi Michael Jordan sebanyak tiga kali.

Dengan kontrak yang masih berlaku, Nuggets tidak merasa terburu-buru untuk mencapai kesepakatan baru. Kedua pihak sepakat untuk menunggu waktu yang lebih tepat secara finansial sebelum menandatangani kontrak baru.

Artikel Terkait