Jakarta - Michael Owen merasa kecewa dengan performa Timnas Inggris yang menunjukkan rasa takut setelah berhasil memimpin, namun akhirnya harus menerima kekalahan. Situasi ini berbeda dengan yang ditunjukkan oleh Spanyol, yang mampu mengunci kemenangan setelah unggul. Dalam semifinal Piala Dunia 2026, Spanyol berhasil mengalahkan Prancis dengan skor 2-0, sementara Inggris harus menelan pil pahit setelah kalah 1-2 dari Argentina.
Inggris sempat memimpin di awal babak kedua melalui gol yang dicetak oleh Gordon. Namun, setelah itu, mereka memilih untuk bermain defensif, bahkan menurunkan enam pemain bertahan dalam 15 menit terakhir, yang berujung pada kebangkitan Argentina dan kehilangan keunggulan dalam waktu lima menit terakhir pertandingan.
Owen Kritik Strategi Bertahan Inggris
Owen, yang merupakan legenda Timnas Inggris, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pendekatan yang diambil oleh manajer Thomas Tuchel. Menurutnya, bermain bertahan setelah unggul bukanlah tindakan yang berani. "Mereka bermain bertahan setelah unggul dan membiarkan Argentina menguasai permainan. Terus-terusan menyapu dan membuang bola sejauh mungkin bukanlah hal berani," tegasnya.
Pujian untuk Timnas Spanyol
Di sisi lain, Owen memberikan pujian kepada Timnas Spanyol yang mampu mencetak gol kedua setelah memimpin. "Lihatlah Spanyol yang terus pegang kendali setelah bikin gol. Kemudian mereka bisa bikin gol lagi, itu main berani namanya," ujarnya. Ia menambahkan bahwa sepakbola bukan hanya soal kekuatan fisik, melainkan juga tentang strategi yang lebih cerdas. "Kalau seperti itu, saya mending nonton tim lokal saja," sindirnya.
Selanjutnya, Inggris akan menghadapi Prancis dalam perebutan tempat ketiga pada Minggu (19/7) dini hari WIB, sementara Spanyol akan bertanding melawan Argentina di final pada Senin (20/7) dini hari WIB.