Logo
Olahraga Lain

Pandangan Berbeda Terhadap Gaya Bertarung Oleksandr Usyk

Oleksandr Usyk, petinju yang diakui sebagai salah satu yang terbaik, mendapat kritik dari mantan juara dunia Johnny Nelson terkait gaya bertarungnya yang dianggap biasa saja.

E
Elvira Adhitama
12 July 2026 20 pembaca
Oleksandr Usyk
Oleksandr Usyk

Oleksandr Usyk, yang namanya sering disebut dalam daftar petinju terbaik di era modern, memiliki catatan yang mengesankan sebagai juara dunia di dua divisi, yaitu kelas penjelajah dan kelas berat. Prestasinya yang gemilang membuat banyak pengamat menilai dirinya sebagai salah satu petinju pound for pound terbaik dalam sejarah. Karier profesional Usyk dimulai setelah ia meraih medali emas di Olimpiade London 2012. Di kelas penjelajah, ia berhasil menyatukan empat sabuk juara dunia setelah mengalahkan sejumlah petinju terkemuka seperti Krzysztof Glowacki, Mairis Briedis, dan Murat Gassiev. Usyk kemudian melanjutkan kariernya di kelas berat dan mencetak sejarah baru dengan mengalahkan Anthony Joshua serta Tyson Fury, termasuk meraih kemenangan dalam laga ulang melawan keduanya.

Kritik Terhadap Gaya Bertarung Usyk

Meskipun pencapaiannya mendapatkan pengakuan luas, Johnny Nelson, mantan juara dunia kelas penjelajah WBC, memiliki pandangan yang berbeda mengenai gaya bertarung kidal Usyk. Dalam podcast Fight Your Corner, Nelson menyatakan bahwa komentarnya tidak dimaksudkan untuk meremehkan kemampuan Usyk sebagai petinju secara keseluruhan. "Saya selalu mengatakan bahwa Oleksandr Usyk adalah seorang southpaw yang biasa saja. Bukan berarti dia petinju biasa, tetapi jika berbicara soal gaya bertarung kidal, menurut saya tidak ada sesuatu yang benar-benar luar biasa," ungkap Nelson.

Perbandingan dengan Petinju Kidal Lainnya

Nelson kemudian membandingkan Usyk dengan petinju kidal legendaris lainnya yang dianggapnya lebih mampu memanfaatkan keunggulan posisi tersebut. "Ada petinju kidal yang benar-benar spesial, seperti Pernell Whitaker atau Naseem Hamed. Mereka memanfaatkan gaya southpaw dengan cara yang membuat lawan kesulitan. Maksud saya, Usyk bukan petinju biasa, tetapi sebagai southpaw, gayanya tidak seistimewa mereka," lanjutnya.

Selain itu, Nelson juga memberikan pandangannya mengenai pertarungan Usyk melawan Tony Bellew pada tahun 2018. Ia berpendapat bahwa Bellew sempat tampil lebih baik sebelum akhirnya kalah knockout pada ronde kedelapan. "Sampai sekarang saya masih merasa Tony Bellew tampil sangat baik. Bahkan menurut saya dia unggul angka sebelum pertarungan berakhir," kata Nelson.

Saat ini, Usyk telah berusia 39 tahun dan dilaporkan sedang mempersiapkan pertarungan terakhir dalam karier profesionalnya. Beberapa laporan menyebutkan bahwa mantan juara dunia kelas berat WBC, Deontay Wilder, menjadi kandidat terkuat sebagai lawan penutup karier petinju asal Ukraina ini.

Artikel Terkait