Logo
Raket

Paulus Firman Dukung Langkah Herry IP Pisahkan Aaron Chia dan Soh Wooi Yik

Paulus Firman, mantan pelatih ganda putra Indonesia, memberikan dukungan terhadap keputusan pemisahan pasangan ganda Aaron Chia dan Soh Wooi Yik menjelang Olimpiade Los Angeles 2028.

A
Arka Wisena
08 July 2026 23 pembaca
Herry IP-Aaron Chia/[Foto:NST]
Herry IP-Aaron Chia/[Foto:NST]

Hanya sedikit orang yang lebih memahami dinamika kemitraan antara Aaron Chia dan Soh Wooi Yik dibandingkan Paulus Firman. Mantan pelatih ganda putra nasional Indonesia ini memiliki peran penting dalam mengembangkan pasangan tersebut sejak awal tahun 2018, membantu mereka menjadi salah satu kombinasi ganda putra terbaik di Malaysia dan meletakkan dasar bagi kesuksesan yang mengantarkan mereka meraih gelar juara dunia serta dua medali perunggu di Olimpiade.

Oleh karena itu, dukungan Paulus Firman terhadap keputusan terbaru untuk memisahkan Aaron dan Wooi Yik sangat berarti. Ia tidak mempertanyakan langkah berani pelatih ganda putra nasional Herry Iman Pierngadi, melainkan meyakini bahwa itu adalah risiko yang diperhitungkan dan layak diambil dalam upaya Malaysia menemukan kombinasi terbaik menjelang Olimpiade Los Angeles 2028. "Saya rasa ini adalah hal yang tepat untuk dilakukan," ungkap Paulus saat berada di Kuala Lumpur bersama tim Singapura untuk program pelatihan gabungan di Akademi Bulu Tangkis Malaysia (ABM). "Tentu saja, kita harus menunggu dan melihat hasilnya, tetapi jika Anda tidak mencoba, Anda tidak akan pernah tahu."

Perombakan Strategis di Ganda Putra

Paulus menambahkan, "Bulu tangkis semakin kompetitif setiap tahunnya. Terkadang Anda perlu mencoba sesuatu yang berbeda untuk menemukan kombinasi yang lebih baik. Itulah tujuan dari melakukan perubahan." Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) mengumumkan bulan lalu bahwa pasangan peringkat 3 dunia Aaron-Wooi Yik dan peringkat 9 dunia Man Wei Chong-Tee Kai Wun akan dipisahkan sebagai bagian dari perombakan yang lebih luas di sektor ganda putra.

Dalam perombakan ini, Aaron akan berpasangan dengan pemain muda Aaron Tai, sementara Wooi Yik akan dipasangkan dengan Wei Chong. Tee Kai Wun akan berkolaborasi dengan Yap Roy King, dan Wan Arif Junaidi akan bergabung dengan Kang Khai Xing, saat tim pelatih mencari kombinasi terkuat menjelang Olimpiade Los Angeles 2028. Perubahan ini telah menjadi topik hangat di kalangan komunitas bulu tangkis, dengan direktur pelatihan ganda Rexy Mainaky dan Herry IP menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk menemukan pasangan terbaik Malaysia untuk siklus Olimpiade mendatang.

Kesiapan untuk Bereksperimen

Paulus Firman, yang sebelumnya menjabat di BAM sebelum bergabung dengan Asosiasi Bulu Tangkis Singapura pada tahun 2022, percaya bahwa langkah ini mencerminkan keinginan tim pelatih untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan daripada hanya puas dengan situasi yang ada. "Setiap pelatih harus mempelajari kekuatan individu para pemain," jelasnya. "Anda harus melihat bagaimana kemampuan mereka saling melengkapi. Ini bukan sekadar mencampuradukkan pemain." Ia juga menekankan pentingnya mempertimbangkan karakter dan kecocokan pemain sebelum menentukan apakah kemitraan tersebut dapat berhasil.

Selama masa baktinya yang kedua di BAM antara tahun 2018 dan 2022, Paulus mengawasi perkembangan Aaron dan Wooi Yik dari pemain muda berbakat hingga menjadi pasangan ganda putra terkemuka di Malaysia. Ia mengakui bahwa membangun kemitraan yang sukses memerlukan kesabaran, namun percaya bahwa kedalaman pemain ganda putra Malaysia memberikan Herry keleluasaan untuk bereksperimen. "Ketika Anda memiliki banyak pemain berkualitas, pelatih secara alami memiliki lebih banyak pilihan," katanya. "Bukan berarti menemukan kombinasi yang tepat itu mudah, tetapi memiliki lebih banyak pemain dengan kemampuan serupa memungkinkan Anda untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan."

Paulus, yang sedang mempersiapkan anak didiknya untuk Taiwan Open dan Korea Masters, menyebut kunjungan tersebut sebagai kesempatan berharga bagi para pemainnya untuk belajar. Ia juga merasakan pengalaman ini seperti pulang kampung setelah menghabiskan empat tahun bersama BAM. "Rasanya seperti pulang ke rumah," ujarnya. "Saya punya banyak kenangan indah di sini dan selalu menyenangkan untuk kembali. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada BAM, direktur pelatihan ganda Rexy Mainaky, dan kepala pelatih ganda putra Herry karena telah memberikan kesempatan kepada tim Singapura untuk berlatih di sini. Ini adalah pengalaman yang luar biasa bagi para pemain kami. Meskipun mereka bertemu pemain Malaysia di turnamen, berlatih bersama itu berbeda karena mereka dapat belajar banyak dari satu sama lain."

Artikel Terkait