Logo
Raket

Pearly Tan Bertekad Bangkit Setelah Kekalahan di Kejuaraan Dunia BWF

Pearly Tan, bintang ganda putri Malaysia, berkomitmen untuk bangkit bersama pasangannya M Thinaah setelah tersingkir dari Kejuaraan Dunia BWF oleh pasangan Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma dan Meily...

D
Dyah Entenopo
21 August 2026 25 pembaca
Pearly Tan-M Thinaah/[Foto:Thestar]
Pearly Tan-M Thinaah/[Foto:Thestar]

Pearl Tan, atlet ganda putri asal Malaysia, menyatakan tekadnya untuk berjuang kembali bersama M Thinaah setelah gagal meraih medali di Kejuaraan Dunia BWF. Pasangan ini terpaksa mengakui keunggulan pasangan Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari, yang berada di peringkat 13 dunia, pada babak 16 besar yang berlangsung di New Delhi pada hari Kamis.

Kekalahan yang mengejutkan bagi pasangan unggulan nomor 5 dunia ini terjadi dengan skor 20-22, 21-18, 21-12 dalam waktu 74 menit di Stadion Indoor Indira Gandhi. Pearly dan Thinaah sebelumnya mencatatkan sejarah sebagai peraih medali perak pertama Malaysia di Kejuaraan Dunia 12 bulan lalu di Paris, namun kali ini mereka tidak menunjukkan performa terbaiknya dan harus menelan kekalahan kedua dari Febriana-Meilysa dalam tujuh pertemuan.

Komitmen untuk Meningkatkan Performa

Pearly Tan, yang tetap optimis, menegaskan bahwa mereka akan berusaha keras untuk bangkit dari kekalahan ini. "Saya rasa kami sedang membuat kemajuan, tetapi masih banyak yang perlu kami kerjakan, terutama dari sisi saya. Kami tidak akan menyerah. Kami akan terus berlatih dan bekerja lebih keras," ungkapnya setelah pertandingan yang mengecewakan.

Masalah yang dihadapi pasangan ini dimulai empat bulan lalu ketika Pearly mengalami cedera punggung yang berulang. Akibatnya, mereka hanya mampu meraih posisi runner-up di Taiwan Open, sebuah turnamen Super 300, bulan lalu. Kekalahan dari pasangan Jepang, Sumire Nakade-Miyu Takahashi, yang berada di peringkat 71 dunia, dalam final tiga minggu lalu menjadi sinyal bahwa tantangan di New Delhi akan sangat berat bagi mereka.

Analisis Kekalahan dan Persiapan ke Asian Games

Pearly mengakui bahwa kondisi kebugarannya jauh dari optimal setelah kekalahan di Taiwan Open, dan persiapan selama tiga minggu sebelum kejuaraan dunia tidak cukup untuk menghadapi lawan-lawan tangguh. Thinaah juga memberikan penjelasan mengenai kekalahan mereka di New Delhi, menyatakan bahwa mereka gagal mengendalikan tempo permainan dan justru mengikuti ritme lawan. "Menjelang akhir, kami mulai mengikuti permainan lawan alih-alih berpegang pada rencana permainan kami," kata Thinaah. "Mereka juga berhasil mematahkan strategi kami. Itu adalah sesuatu yang perlu kami perhatikan dan perbaiki."

Dengan waktu yang tersisa hanya satu bulan sebelum Asian Games Aichi-Nagoya yang akan berlangsung dari 19 September hingga 4 Oktober, Pearly dan Thinaah harus segera memperbaiki performa mereka untuk meraih medali pertama di ajang tersebut.

Artikel Terkait