Logo
Raket

Pearly Tan dan M Thinaah Siap Berjuang di Taiwan Open 2026

Pasangan bulu tangkis Pearly Tan dan M Thinaah bertekad untuk kembali ke jalur kemenangan di Taiwan Open 2026 setelah mengalami cedera yang mengganggu performa mereka.

E
Eko Prasetyo
26 July 2026 8 pembaca
Pearly Tan-M Thinaah/[Foto:NST]
Pearly Tan-M Thinaah/[Foto:NST]

Pearly Tan dan M Thinaah berfokus untuk mengembalikan performa mereka di Taiwan Open 2026 yang akan berlangsung pekan depan, setelah mengalami serangkaian kekalahan di babak awal turnamen akibat cedera. Pasangan yang menempati peringkat 5 dunia ini tidak tampil selama dua bulan karena Pearly mengalami masalah punggung yang kambuh, yang membuat mereka absen dari Uber Cup di Denmark pada bulan April, serta Thailand Open dan Malaysia Masters pada bulan Mei.

Pearly Tan mengungkapkan bahwa peningkatan yang ditunjukkan oleh pasangan di luar 10 besar sangat mengesankan. Meskipun mereka masih termasuk dalam pasangan unggulan, Pearly menyatakan bahwa dampak dari ketidakhadiran mereka selama dua bulan mulai terasa, karena para pesaing terus melaju. Di Japan Open, Pearly dan Thinaah harus menghadapi kekalahan di babak pertama dari pasangan Taiwan, Hsu Yin Hui dan Lin Jhih Yun. Namun, mereka menunjukkan tanda-tanda pemulihan di China Open dengan mencapai perempat final, meskipun akhirnya kalah dari pasangan Jepang peringkat 3 dunia, Yuki Fukushima dan Mayu Matsumoto di Changzhou.

Strategi Menuju Taiwan Open

Pasangan ini belum berhasil mencapai semifinal Tur Dunia sejak All England pada bulan Maret. Pearly menyatakan, "Meskipun kami diunggulkan di China Open, itu bukanlah fokus kami karena saya sudah absen cukup lama." Dia menambahkan bahwa para pesaing mereka telah mengejar ketertinggalan, sehingga mereka melihat setiap pertandingan sebagai bagian dari proses belajar untuk mendapatkan kembali momentum.

Pearly Tan hanya menunjukkan sedikit performa terbaiknya saat melawan Fukushima-Matsumoto, yang sebelumnya telah mereka kalahkan dalam empat pertandingan berturut-turut. Namun, mereka berharap untuk bangkit kembali di Taiwan Open Super 300 yang dimulai pada hari Selasa. "Kami akan memanfaatkan sepenuhnya beberapa hari ke depan untuk berlatih sebelum turnamen minggu depan dan mudah-mudahan kembali lebih kuat," ungkap Pearly.

Optimisme di Tengah Tantangan

Thinaah juga tetap optimis meskipun mereka tersingkir di perempat final ajang Super 1000 di Changzhou. "Saya rasa ada tanda-tanda positif di Changzhou. Kami semakin mendekati ritme permainan kami. Namun, seperti yang saya katakan sebelumnya, masih banyak area yang perlu kami tingkatkan, terutama permainan, komunikasi, dan penguasaan lapangan," ujarnya.

Dia menambahkan, "Kami akan mengambil semua hal positif dari turnamen ini dan terus melangkah maju." Pasangan peringkat 9 dunia, Hsieh Pei Shan dan Hung En Tzu dari Taiwan, menjadi satu-satunya pasangan peringkat 10 besar lainnya yang berpartisipasi di turnamen ini. Pearly dan Thinaah akan memulai kampanye mereka melawan pasangan Jepang peringkat 12 dunia, Mao Hatasue dan Kanano Muroya, di babak pertama.

Artikel Terkait